Lambat Putusan MA, Terdakwa Kasus Narkoba Asal Timor Leste Dibebaskan

KBRN, Atambua : Kasi Pidum Kejari Belu, Saefudin, SH, MH Menyampaikan, salah satu kasus narkoba yang belum tuntas proses hukumnya adalah kasus narkoba jenis MDMA atau Ekstasi yang melibatkan dua terdakwa asal Timor Leste, Jose Soares Parera (34) alias Jose dan Anjelina Soares (31) alias Ansa.

Saefudin saat memaparkan materi penanganan kasus narkoba di acara workshop tanggap ancaman narkoba yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Belu, di Hotel Matahari, Rabu 16 Juni 2021menjelaskan, terdakwa Jose Soares Parera alias Jose dan Anjelina Soares alias Ansa dijatuhkan hukuman pidana penjara dan denda.

Terdakwa Jose divonis dengan hukuman penjara 10 tahun, denda Rp 1 M. Sedangkan, terdakwa Ansa dijatuhkan hukuman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 1 M. 

Tidak puas dengan tuntutan tersebut kedua terdakwa mengajukan banding hingga kasasi. Selama proses hukum tersebut, kedua terdakwa sempat ditahan di Rutan Atambua sembari menunggu proses hukum lanjutan di tingkat Mahkamah Agung (MA) dan putusan kasasi turun. 

"Kasus narkoba terdakwa Jose Soares Parera alias Jose dan Anjelina Soares alias Ansa dijatuhkan hukuman pidana penjara dan denda. Terdakwa Jose vonis dengan hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp 1 M. Sedangkan, terdakwa Ansa dijatuhkan hukuman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 1 M. Belum tuntas" Ujar Saefudin, SH, MH, Kamis (17/06/2021).

Saefudin menjelaskan, Kasus tersebut belum tuntas karena saat masa tahanan terdakwa habis Mahkama Agung belum menurunkan putusan sehingga kedua terdakwa dibebaskan.

Setelah putusan MA turun dengan amar putusan menguatkan keputusan Pengadilan Negeri Atambua, kedua terdakwa kembali dipanggil secara patut sebanyak tiga kali namun kedua terdakwa tidak memenuhi panggilan penyidik dan saat ini keduanya ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO oleh Kejaksaan Negeri Belu. 

"Putusan MA turun dengan amar putusan menguatkan keputusan Pengadilan Negeri Atambua, namun saat kedua terdakwa di panggil sudah tidak berada di Belu dan saat ini keduanya ditetapkan sebagai DPO" Pungkas Saefudin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00