War On Drugs, BNNK Belu Gelar Workshop Penguatan Kapasitas Insan Media

KBRN, Atambua : Untuk mendukung kota tanggap ancaman narkoba, Badan Narkotik Nasional Kabupaten (BNNK) Belu menggelar kegiatan workshop penguatan kapasitas bagi Insan Media di Hotel Matahari Atambua.

Kepala BNNK Belu, Muhammad Rizal saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan, berdasarkan hasil survei prevalensi penyalagunaan narkoba yang dilakukan BNN dan Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tentang Survei Nasional Penyalahgunaan Narkoba di 34 Provinsi. Pada tahun 2019, angka prevalensi Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia mencapai 1,8% atau sekitar 3,4 juta orang penduduk Indonesia pada rentang usia,15-64 tahun. Hal ini tentu tidak bisa disepelekan untuk itu BNNK Belu butuh dukungan dari semua pihak termasuk insan media untuk bersama-sama perang terhadap narkoba.

"Narkoba harus diperangi bersama-sama untuk itu hari ini kami mengadakan kegiatan workshop dengan melibatkan para insan media agar, insan media juga terus bersama BNNK Belu terlibat dalam upaya perang terhadap narkoba melalui informasi berita yang bisa mengajak masyarakat juga ikut terlibat perang terhadap narkoba" Ujar Muhammad Rizal, Rabu (16/6/2021).

Dalam sambutan tersebut Rizal Menjelaskan, sesuai hasil survei BNN dan LIPI tahun 2019, maraknya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba setahun terakhir, lebih banyak dilakukan di kota (63,9%) atau +2.184.553 dibandingkan dengan masyarakat yang ada di pedesaan. Hal ini mendorong BNNK Belu tidak hanya mengajak masyarakat dan berbagai pihak,  pemerintah daerah juga diajak, tanggap terhadap ancaman bahaya narkoba dengan melakukan kebijakan Kota Tanggap Ancaman Bahaya Narkoba (KOTAN). 

"Pemerintah daerah juga harus ikut berperan dalam mengatasi masalah penyalahgunaan narkoba, sebab Indonesia sebagai negara kesatuan yang menganut asas desentralisasi pemerintahan dalam penyelenggaraan memberikan kesempatan dan keleluasaan kepada daerah untuk menyelenggarakan Otonomi Daerah"Pungkas Rizal.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00