Keluarga korban Pelecehan dan Penganiayaan minta penyidik polres TTU lakukan Rekonstruksi

Gambar Ilustrasi.jpg

KBRN, Kefamenanu: Pihak keluarga BWA (32), korban pelecehan dan penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka Le Ray pada senin (04/01/2021) yang lalu, meminta penyidik Polres TTU untuk melakukan rekonstruksi terkait kasus tersebut.

Keluarga korban meminta kepada penyidik Polres TTU untuk melakukan rekonstruksi di tiga lokasi berbeda yang diduga menjadi tempat terjadinya tindak kekerasan penganiayaan dan pelecehan.

Kepada wartawan, HAM selaku orang tua korban mengatakan, permintan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menguatkan keterangan korban yang mengaku mengalami tindak kekerasan di tiga lokasi yang berbeda yakni di rumah kontrakan media Suluh Desa, rumah jabatan Bupati TTU serta di lokasi kebun Pepaya milik Bupati TTU.

" selaku orang tua korban, kami meminta kepada penyidik Polres TTU untuk melakukan rekonstruksi di tiga lokasi kejadian yakni di rumah kontrakan media Suluh Desa, di rumah jabatan Bupati TTU serta Kebun Pepaya milik Bupati TTU, karena tiga lokasi itu anak kami dianiaya dan dilecehkan oleh pelaku," ungkap HAM, selaku orang tua korban kepada RRI, senin (11/01/2021).

HAM menjelaskan, dari tiga lokasi yang dijadikan tersangka sebagai tempat dilakukannya tindak kekerasan dan pelecehan, dua diantaranya merupakan lokasi yang paling perlu untuk dilakukan rekonstruksi yakni di rumah jabatan dan kebun pepaya milik bupati TTU.

Hal tersebut, terang HAM, lantaran di dua lokasi kejadian tersebut merupakan tempat tertutup sehingga perlu dilakukan rekonstruksi guna menguak fakta-fakta lain atas kasus yang menimpa anaknya.

" di dua lokasi itu hanya ada korban dan pelaku, sehingga perlu untuk dilakukan reka ulang agar bisa terkuak fakta lainnya atas kasus tersebut, selain itu di dua lokasi tersebut terdapat barang bukti yang digunakan tersangka untuk melakukan tindakan kekerasan dan pelecehan, " terangnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam, saat dikonfirmasi mengatakan, Polisi pada prinsipnya selalu bersedia dan menyanggupi permintaan Keluarga dalam melakukan reka ulang. 

Sujud juga berharap, dukungan dari keluarga maupun korban selama proses penyidikan berlangsung.

" polisi selalu merespon dan bersedia melakukan reka ulang asalkan korban selalu bersedia dan membantu polisi sepanjang proses hukumnya berlangsung, " pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00