Polres Belu Tetapkan Dua Tersangka Kasus Pencurian Ternak Sapi

KBRN. Atambua : Dua pelaku berinisial SE dan PA diduga komplotan pencurian ternak sapi berhasil dibekuk Tim Buruh Sergap (Buser) Polres Belu Polda Nusan Tenggara Timur, yang terjadi di kampung Wehudi, Dusun Tubata. Kecamatan Tasifeto Barat.

Pengungkapan Kasus tersebut diungkapkan Kapolres Belu. AKPB. Khairul Saleh Saat konferensi press. Bertempat Aula Merah Putih Polres Belu. Sabtu, (31/7/2021).

Kapolres Belu merinci dari kronologis kejadian, terjadi di hutan Webora Desa Tukuneno ditemukan satu pelaku atas nama SE diawali dari informasi yang diperoleh dari masyarakat kepada pihak Kepolisian, bahwa ada suara letupan senjata api. Berdasarkan informasi tersebut, masyarakat bersama-sama dengan aparat Kepolisian mendatangi untuk mencari tahu kejadian dari asal suara tembakan tersebut,. Di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditemukannya tersangka atas nama SE.

"Tersangka SE pada saat diamankan, pelaku sementara memikul daging sapi dengan senjata api jenis Refile yang di kalungkan pada lengan sebelah kanan, sedangkan parang dikatakan di pinggang," jelas Kapolres Belu.

Lanjut Kapolres Belu, pelaku SE yang diamankan dari hasil pemerisaan dan bukti-bukti, SE mengakui perbuatannya selama ini telah melakukan pencurian ternak sapi.

"SE mengakui sebanyak 5 kali telah melakukan pencurian ternak sapi dan dari situ dilakukan pengembangan kasus ditetapkan satu orang lagi berinisial PA sebagai tersangka dan juga pemilik dari senjata api tersebut," ungkap Kapolres Belu.

Barang Bukti (BB) yang dilakukan penyitaan dan diamankan dari kasus tersebut berupa satu pucuk senjata api jenis Refile buatan Belanda, satu lembar kulit sapi dan sebilah parang dengan ukuran 30 cm.

"Berdasarkan BB yang ada telah ditetapkan SE dan PA sebagai  tersangka, dengan pengenaan pasal 363 ayat 1 KUHP dan pasal 1 ayat 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951 tentang bahan peledak dan senjata api. Ancaman kurung maksimal diatas 5 tahun," tuntas Kapolres Belu AKPB. Khairul Saleh.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00