Intervensi Istri Bupati, Juara Lasqi SBB Gagal Berlaga
- 02 Sep 2026 14:54 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Dua peserta terbaik Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (Lasqi) asal Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, dipastikan gagal melangkah ke tingkat provinsi. Langkah keduanya terhenti diduga akibat adanya intervensi dari istri Bupati Asri Arman yang lebih memilih nama lain.
Kedua peserta yang dicurangi adalah Sarina Tupamahu, juara pertama pada kategori bintang vokalis dewasa dan Nadia Patty juara pertama dalam kategori bintang vokalis remaja. Sarina maupun Nadia merupakan kontingen dari Kecamatan Amalatu, SBB.
Orang tua Nadia, Dahlan mengaku sangat kecewa setelah mengetahui anaknya tidak terpilih untuk mewakili SBB di Lasqi tingkat provinsi yang direncanakan akan digelar pada Oktober 2026 mendatang.
"Kabarnya kan anak kami yang ke Lasqi provinsi karena berhasil meraih juara 1 di kategorinya. Tapi, nama tiba-tiba di ganti dan ini membuat kami sebagai orang tua sangat kecewa dengan penetapan tersebut," kata Dahlan kepada wartawan, Rabu, 2 September 2026
Dahlan mengaku, pergantian nama ini baru diketahui setelah salah satu orang dekat dari istri Bupati SBB, Yeni Rosbayani Asri datang ke rumahnya di Negeri Latu, Kecamatan Amalatu untuk menemuinya.
Dalam pertemuan itu, utusan dari Yeni Rosbayani Asri tersebut menyampaikan bahwa Nadia tak bisa mewakili SBB ke ajang festival tingkat provinsi karena telah diganti dengan orang lain.
"Dia bilang begitu bahwa anak saya tak bisa ikut ditingkat provinsi karena namanya sudah diganti. Saat saya cek ternyata nama Sarina juga diganti," katanya
Menurut Dahlan, nama anaknya dan Sarina digantikan dengan orang lain untuk mewaakili SBB ke tingkat provinsi atas permintaan Yeni Rosbayani Asri yang diketahui menjabat sebagai Ketua Lasqi Kabupaten SBB.
“Iya, diganti atas permintaan ibu bupati,” sebutnya.
Ia mengaku sangat kecewa karena dua orang yang menggantikan putrinya dan Sarina adalah keluarga dari Yeni Rosbayani Asri. Bahkan yng menggantikan putrinya itu diketahui tidak mengikuti seleksi dan tak tidak menjadi peserta di tingkat kabupaten.
Adapun dua orang kerabat dekat Yeni Rosbayani Asri yang menggantikan Nadia dan Sarina salah satunya diketahui tinggal di pendopo bupati dan satunya lagi berasal dari salah satu dusun di Kecamatan Huamual.
"Ini kan nepotisme namanya, untuk apa lagi ada seleksi kalau yang juara dieliminasi dan digantikan dengan keluarga sendiri," sesalnya
Dahlan juga mengaku sangat kecewa dengan para juri dan pihak panita termasuk pengurus Lasqi SBB karena tak mampu melakukan seleksi secara independen, sehingga mereka yang keluar sebagai juara dan harusnya mewakili SBB justru disingkirkan.
"Ini sangat miris sekali dan ini mencerminkan mental mereka yang sangat bobrok," ucapnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....