Jual Amunisi Kaliber 5,56, Oknum Anggota Yonif 733 Terancam Dipecat

KBRN, Ambon : Oknum anggota TNI Yonif 733/Masariku berinisial MS berpangkat Praka langsung diamankan Satuan Intel Kodam XVI/Pattimura, setelah  yang diketahui menjual amunisi kepada salah satu tersangka perdagangan senjata api dan amunisi ke Papua Barat.

Penangkapan oknum anggota TNI tersebut berawal dari penangkapan seorang warga berinisial AT (50), warga Kelurahan Hative Kecil Kecamatan Baguala Kota Ambon oleh Tim Ditreskrimum Polda Maluku, Minggu (21/2/2021).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, warga yang ditangkap itu mengaku membeli amunisi dari oknum TNI yang berdinas di Yonif 733/Masariku.

Dari informasi itu, Satuan Intel Kodam XVI/Pattimura langsung melakukan penahanan sekaligus pemeriksaan terhadap Prajurit Kepala (Praka) MS, Minggu (21/02/2021).

Terungkap, Praka MS bertransaksi menjual 600 butir amunisi kaliber 5,56 mm kepada AT dan selanjutnya diserahkan kepada J (salah satu tersangka yang di amankan oleh personil Polres Bintuni).

Danpomdam XVI/Pattimura Kolonel Cpm Johny Paul Johannes Pelupessy dalam jumpa pers yang digelar Polresta Ambon Lease, Selasa (23/02/2021) menegaskan, prajurit yang terlibat jual beli Senpi dan amunisi dengan alasan apapun diancam pecat.

Danpomdam juga menyampaikan, berdasarkan atensi Kasad dan juga Pangdam XVI/Pattimura secara tegas memerintahkan, agar oknum TNI yang terbukti menjual amunisi tersebut dijatuhi hukuman berupa pemecatan di luar sanksi pidana.

"TNI dalam hal ini Angkatan Darat sangat tidak mentolerir pelanggaran sekecil apapun, jika kedapatan akan diberikan hukuman sesuai hukum yang berlaku, untuk kasus ini Kasad perintahkan hukuman tambahan berupa pemecatan" ujar Danpomdam.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00