Danrem Minta Media Edukasi Masyarakat Soal Bencana Supaya Siaga

KBRN, Ambon : Komandan Korem (Danrem) 151 Binaiya Brigjen TNI Arnold Ritiauw meminta insan pers mengedukasi masyarakat dengan menyampaikan informasi-informasi kebencanaan agar selalu sigap dan waspada menghadapi kemungkinan terburuk. Permintaan itu dilontarkan Danrem saat memberikan arahan dalam acara buka puasa bersama awak media di Markas Kodim 1504 Ambon, Senin (19/04/2021). Buka puasa bersama diinisiasi Komandan Kodim Letkol Inf Dominggus CA Soumokil, dihadiri awak media dan anggota TNI.

Danrem dalam ramah tamahnya menjelang buka puasa mengingatkan, akhir-akhir ini banyak sekali terjadi bencana alam akibat fenomena cuaca buruk, gempa tektonik maupun peristiwa alam lainnya. Bencana-bencana alam ini, harus disikapi secara serius oleh masyarakat  dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Olehnya, Danrem meminta insan pers terus-menerus memberikan edukasi kepada masyarakat, dengan  menginformasikan isu-isu terkait fenomena alam yang dapat memicu terjadinya bencana, resiko-resiko yang ditimbulkan, serta tanggap darurat bencana.

"Tolong ya, teman-teman media menyampaikan pesan kepada masyarakat luas untuk selalu siap dan waspada terhadap bencana yang akan terjadi. Tolong ya, disampaikan pesan terus menerus kepada masyarakat jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama," tekan Danrem.

Sebagaimana diketahui, pascasiklon Seroja yang menimbulkan bencana banjir di Nusa Tenggara Timur dan Nusa  Tenggara Barat awal April lalu, sebagian wilayah Indonesia dihadapkan dengan ancaman Siklon Tropis Surigae  yang dapat memicu badai kuat atau Typhoon.

Dirilis BMKG, sejumlah wilayah Indonesia kini sedang dalam ancaman berbagai potensi bencana alam, akibat fenomena Siklon Tropis Surigae.

BMKG memprediksi, adanya Siklon Tropis Surigae, yang diprakirakan dapat berkembang menjadi badai tropis kuat  yang dapat memicu bahkan topan atau typhoon.

Peneliti dari Pusat Sains dan Teknologi Antariksa (PSTA) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Erma Yulihastin mengatakan, badai siklon Surigae berpotensi menjadi super taifun atau badai siklon raksasa sehingga harus diwaspadai.

Meskipun pergerakan Surigae sudah mulai menjauhi Indonesia, yaitu ke arah barat laut menuju Filipina, kata Erna, pergerakan angin dari ekor badai tersebut menjangkau wilayah-wilayah di bagian utara Indonesia seperti Pulau Halmahera dan Sulawesi bagian utara, dan menimbulkan angin kencang sekitar 2-4 meter per detik di atas darat, dan 8-10 meter per detik di atas laut. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00