Surat Suara Di KPU SBT Dikawal Ketat Polisi

KBRN, Bula : Logistik surat suara Pilkada 09 Desember 2020 tiba di Kantor KPU Kabupaten Seram Bagian Timur pada Jum’at (20/11) sekira pukul 09:00 WIT. Surat suara tersebut dijemput langsung di Bandar Udara Internasioanl Pattimura Ambon Kamis sore kemarin, dibawa ke Bula menggunakan dua mobil rental bernomor polisi DE 1830 AO dan PB 1899SF dengan pengawalan ketat anggota polisi.

Tiba di halaman Kantor, satu persatu kardus berisi surat suara dibawa masuk staf dan disusun rapi di ruang rapat pleno KPUD disaksikan bawaslu, petugas TNI dan Polri. Sesuai berita acara jumlah surat suara yang diterima di KPU SBT saat ini yakni sesuai jumlah DPT ditambah 2,5% surat suara cadangan dan dua ribu lembar surat suara lainnya untuk mengantisipasi Pemungutan Suara Ulang (PSU).

“Sejak berada di Kantor KPUD, surat suara terus mendapat pengamanan dan pengawalan ketat dari petugas polisi dan TNI. Sedikitnya delapan personil anggota polisi duturunkan dalam sehari untuk berjaga secara bergantian mengamankan logistik surat suara dimaksud,” ujar Kapolres Andreadi, diwawancarai RRI di Kantor KPU SBT.

Pengawalan dan pengamanan ini lanjut Andreade bukan saja saat logistik surat suara berada di Kantor KPUD, melainkan mulai dari proses pencetakan oleh PT Pura Baru Utama di Kudus Surabaya, proses distribusi mulai tanggal 16 November oleh PT Ekspresindo melalui jasa penerbangan, tiba di Bandara Pattimura pada Kamis Sore 19 November dan langsung dibawa menuju Kota Bula melalui jalur darat.

Selama berada di Kantor KPUD, ruang penyimpanan surat suara ini digembok rapat. Kunci ruangan dipegang masing-masing oleh Bawaslu dan Kepolisian. Ruangan tersebut baru dibuka setelah KPUD menjadwalkan dilakukan penyortiran. Kegiatan sortiran surat suara ini juga tidak luput dari pengawasan bawaslu dan pengamanan dari pihak kepolisian.

Sementara itu mengenai kapan mulai dilakukannya kegiatan penyortiran, belum ada yang tahu. Sebab saat logistik surat suara tiba di kantor, Ketua KPUD Kisman Kelian bersama tiga komisoner dan Sekretaris KPUD tidak berada di tempat. Begitula pula bawaslu, tak ada satu pun komisioner yang ikut hadir dalam menyaksikan penyerahan logistik surat suara dimaksud.

Menurut Kasat Reskrim Iptu La Beli saat logistik surat suara dikawal menuju Kota Bula, Kepolres Andre Sukendar telah menghubungi ketua KPUD dan Bawaslu via telefon. Namun pantaun RRI sampai dengan kegiatan penyerahan berakhir tak satu pun dari mereka yang datang.

Bahkan sampai dengan urusan pengadaan gembok, La Beli terlihat mengeluarkan satu lembar uang kertas pecahan seratus ribu rupiah dari dalam dompet menyedorkan ke komisoner KPUD Amnun Naqib untuk meminta bantu staf membelikan gembok. Melihat hal itu Amnun lalu bergegas berjalan keluar dan berhasil kembali dengan membawa satu buah gembok.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00