Pulang Pesiar, Dewan Kota Wajib Karantina 14 Hari

KBRN, Ambon :  Aktivitas kedewanan di Kantor DPRD Kota Ambon pada Rabu (12/08/2020) siang, terlihat sepi. Ruang-ruang komisi terkunci, begitu pula ruang-ruang fraksi. Ruang rapat terlihat kosong melompong selain meja dan kursi-kursi sidang.  Hari ini memang tak ada aktvitas di kantor dewan. Pasalnya, wakil rakyat Kota Ambon sedang dalam perjalanan study banding ke Jakarta dan Jawa Barat dengan dalih mencari referensi terkait rekofusing anggaran dan  program-program komisi di kementerian.

Dari 35 anggota dewan kota yang diagendakan berangkat ke Jakarta, kanarnya ada dua anggota yang tidak jadi berangkat. Namun alasan  ketidakberangkatan bukan karena mereka menolak agenda study banding, tetapi karena ada urusan keluarga yang tak bisa ditinggalkan.  

Terkait dengan agenda dewan yang oleh warga net dianggap sebagai agenda jalan-jalan alias pesiar ke ibukota negara, menurut warga kota Yusuf Porwaila, sikap yang ditunjukkan anggota dewan kota di tengah pandemi Covid seperti saat ini sangat tidak mencerminkan posisi mereka selaku wakil rakyat. 

"Beta kaget saat mendengar 35 anggota dewan berangkat ke Jakarta begitu mudahnya. Kenapa mereka diberi ruang yang luas oleh tim Covid untuk berangkat ke luar daerah dengan alasan study banding, sementara masyarakat mau ke mana saja harus urus segala macam," heran Porwaila.

Dia yakin, keberangkatan dewan kota ke Jakarta dan Jawa Barat tidak disertai dengan referensi (dokumen kesehatan) yang jelas, dan nanti pada saat mereka kembali ke Ambon, Tim Covid Kota Ambon tak akan berani memerintahkan mereka untuk mengikuti protokol kesehatan. 

"Yang menjadi pertanyaan, apakah pada saat kembali  tim covid akan mengambil tindakan tegas? Apakah mereka mau dikarantina? Tim Covid harus adil, aturan berlaku untuk semua, tidak boleh memilah- milah, jangan cuma tegas pada masyarakat, sedangkan pejabat tidak," ujar Porwaila.

"Beta mewakili masyarakat kecil meminta 35 orang ini pulang dari  pesiar-pesiar, wajib karantina. Mereka harus dikarantina. Ingat tim Covid, jangan jadikan masyarakat sebagai kelinci percobaan," dongkol Porwaila.

Hal senada disampaikan Irvan Nurlette, warga Batumerah. Menurut mahasiswa Unpatti ini, selaku wakil rakyat, dewan harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan melakukan karantina mandiri sepama 14 hari karena hasil Rapid Test tidak menjamin seseorang aman dari Virus Corona.

"Katong (kita) di Ambon ini hampir semua pelaku perjalanan yang terpapar Covid tidak punya gejala atau OTG. Jadi biarpun hasil Rapid Test non reaktif, mereka wajib karantina karena datang dari daerah episentrum  virus Corona," tekan Nurlette.

Jagat media sosial sebelumnya telah dibikin gerah dengan keberangkatan anggota dewan kota dengan dalih mencari referensi.  Akun facebook Republik Tulalessy Henry langsung melancarkan skak dengan komentranya "google saaa ada satambong". 

Akun Semuel Matulessy menyentil "percaya par dong ini katong ilang jalang", sedangkan akun Papeda Sagu berkomentar "cara halus kong kalikong untuk mempertebal isi dompet", akun Bartho Diaz menyebut "pecahkan record muri di musim corona, akun  Adel Latuela menulis "baliknya wajib dikarantina biar PSBB tak terus diterapkan berulangkali" dan masih banyak nada-nada negatif lainnya.

Mayoritas warga net meminta dewan kota sekembalinya dari Jakarta langsung melakukan karantina selama 14 hari dan tim Covid tak boleh membiarkan mereka langsung masuk kantor. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00