Duh, Hampir Setahun, Dewan Kota Sepi Paripurna Internal

KBRN, Ambon : Sejak dilantik sampai sekarang,  DPRD Kota Ambon tak sekalipun mengagendakan rapat internal dewan. Hal itu dilontarkan Anggota Fraksi Perindo  Dewan Kota Hary Putra Far Far kepada pers di balai rakyat, Senin (10/08/2020).

Menurut Far-Far, dirinya sangat menyesali sikap para pimpinan DPRD Kota Ambon yang hampir setahun bekerja pasca dilantik sebagai anggota DPRD Ambon, belum sekalipun diagendakan rapat paripurna internal DPRD.

"Kita ini sudah mau setahun bekerja, tapi tidak pernah ada rapat paripurna internal dewan. Sudah diusulkan tapi tidak pernah diagendakan, padahal kita juga perlu evaluasi," semprot Far Far, usai mengikuti Paripurna ke III masa sidang II Tahun 2019-2020 dan Penyerahan Perhitungan Anggaran.

Dijelaskan, maksud dari digelarnya paripurna internal agar segala persoalan yang mengganjal, dapat dievaluasi dan diperbaiki. Apalagi, tambahnya, Tata Terib (Tatib) DPRD  mengisyaratkan  pimpinan dewan bertanggungjawab atas segala kebijakan ke luar maupun ke dalam lembaga ini. 

"Jangan pimpinan tidak bijaksana menyikapi hal ini. Dengan adanya rapat paripurna ini, yang hanya melibatkan ketua-ketua fraksi, padahal ini kan rapat paripurna yang harus dihadiri semua anggota dewan. Sebenarnya alasannya apa," katanya.

Hary membandingkan agenda Pemkot (forum diskusi) yang melibatkan 200 orang lebih, dapat berlangsung. Dengan demikian mestinya, Paripurna ini yang melibatkan tidak sampai 100 orang, mestinya didilakukan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

"Kemarin Pemkot buat forum diskusi yang dihadiri lebih dari 200 orang. Kenapa paripurna ini tidak bisa diseting oleh Sekwan agar semua hadir tanpa mengesampingan protokol kesehatan," ujarnya.

Ditegaskan, selama ini pimpinan dewan terkesan menutup diri, seakan tidak paham dengan fungsi dan kewenangan sebagai pimpinan pada lembaga politik.

"Pimpinan juga harus memaknai fungsi dan kewenangan, kalau tidak paham ikut Bimtek. Sudah Bimtek berulang ulang tapi tidak paham. Ini ibarat duri dalam daging, semakin lama didiamkan semakin sakit. Kita disini dipilih oleh rakyat, hak kita sama. Jadi pimpinan juga harus memaknai fungsi dan kewenangannya," tegas Far Far.

Hal senada disampaikan Gunawan Mochtar. Anggota Legislatif (Aleg) dari Fraksi PKB ini meminta agar rapat internal  harus segera dilakukan. "Kita harus rapat internal. Sampai saat ini kita tidak pernah rapat," singkat Gunawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00