Politisi NasDem Sebut Tata Kelola Pemkot Ambon Amburadul

KBRN, Ambon : Anggota DPRD Kota Ambon, Tan Indra Tanaya menilai, ada tata kelola Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, yang masih lemah bahkan terlihat amburadul. 

Penilaian Politisi NasDem itu, setelah menyikapi mahalnya harga lapak maupun kios yang dijual pihak pengembang ke para pedagang di Pasar Mardika Ambon.

"Kalau pun lapak yang dijual ke pedagang itu mahal, berarti menandakan tata kelola pemerintah terkesan lemah dan bahkan amburadul," kata Tanaya saat berlangsungnya rapat kerja Komisi II DPRD Ambon dengan Disperindag dan pedagang di ruang rapat Paripurna DPRD Ambon, Selasa (25/1/2022)

Dia mengatakan, memang benar, pembangunan pasar dadurat di Mardika menggunakan anggaran pihak ketiga. Tapi sekalipun demikian, pemerintah harus membangun koordinasi dengan pihak penegembang itu sendiri. 

Koordinasi ini tujuannya untuk membahas perihal perencanaan anggaran pembangunan, sehingga ada kesepakatan untuk menetapakan harga yang rasional terhadap lapak maupun kios yang nantinya akan dijual ke para pedagang.

"Tapi karena Pemerintah melepaskan seluruhnya untuk pihak pengembang, makanya pengembang pun mematok harga lapak sesuai selera mereka," tutur dia

Mestinya, lanjut Tanaya, Indag harus melibatkan dinas teknis terkait, untuk mendesain  dan menghitung estimasi anggaran pembangunan lapak dan kios.

"Tapi ini kan tidak ada. Pengembang yang bangun sendiri, desain sendiri dan tentukan harga sendiri. Nah, itu yang dimaksudkan dengan tata kelola pemerintah yang amburadul," tukasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar