Richard Ingatkan Rekomendasi Musda Golkar ke HS

KBRN, Ambon : Pemilihan Gubernur (Pilgub) Maluku, baru akan digelar pada tahun 2024 mendatang. Kendati masih tersisa dua tahun lagi, tensi politik menuju pesta lima tahunan itu, sudah mulai memanas.

Bahkan, partai politik (parpol) Golongan Karya (Golkar), dikabarkan sudah punya strategi jitu untuk menjegal Murad Ismail kembali merebut kursi nomor satu Maluku. 

Strategi ini diisukan atas dorongan dari elit-elit Golkar, yang mana mereka menyandingkan Jefrry A Rahawarin (JR) dan Ramli Ibrahim Umasugi (RU) sebagai bakal calon gubernur-wakil gubernur Maluku 2024 mendatang.

Kendati pasangan ini belum final, tapi hadirnya nama JR-RU cukup membuat publik Maluku bertanya-tanya, termasuk didalamnya kader-kader dari Partai Golkar itu sendiri.

"Kan Golkar sudah jelas dalam Musyawarah Daerah (Musda) untuk merekomendasikan Hamzah Sangadji (HS) maju di Pilgub Maluku. Kenapa tiba-tiba seperti ini," kata 

Politisi senior Golkar Maluku, Richard Louhenapessy menyikapi baleho partai Golkar bergambar pasangan JR-RU dengan latar Ketum DPP Golkar Airlangga Hartarto, di Ambon, Sabtu (15/1/2022)

Richard mengatakan, mekanisme di Partai Golkar itu jelas. Artinya, Golkar bisa saja mendorong orang luar sebagai calon gubernur dari Golkar apabila "beringin" tak lagi memiliki kader potensial sesuai hasil survei partai.

"Sementara ada Azis Samoal, Ramli Umasugi, Hamzah Sangadji dan Richard Louhenapessy yang semua ini memenuhi persyaratan untuk maju, bukan mendorong orang luar," tegasnya

Walikota Ambon dua periode itu justru meminta maaf kepada pihak TNI terutama kepada mantan Pangdam XVI Pattimura Ambon, Letjen TNI Jeffri Apoly Rahawarin, karena sikap Golkar tidak lah demikian. 

"Ada baleho Golkar bergambar JR, saya minta maaf. Golkar tak punya sikap seperti itu. Ini bukan golkar. Ini cara oknum merugikan pak Jeffry. Mestinya, kita harus menjunjung tinggi JR sebagai perwira tinggi TNI. Kalau jadinya seperti ini, orang akan beranggapan TNI terlibat politik," tukasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar