Louhenapessy: Main Politik Jangan Emosional, Pakai Logika

KBRN, Ambon : Munculnya spanduk bergambar mantan Pangdam XVI Pattimura, Jeffry Apoly Rahawarin dan Ketua DPD I Partai Golongan Karya (Golkar) Maluku, Ramli Umasugy dengan background Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto, cukup mengagetkan publik Kota Ambon. 

Betapa tidak, sejuah ini, Golkar diketahui  belum secara resmi menetapkan siapa jagoannya yang bakal bertarung di pemilihan gubernur (pilgub) tahun 2024 mendatang. 

Tapi, baleho dengan tampilan gambar JR-RU sudah lebih awal terpampang di salah satu sudut kota bertajuk manise itu. Kendati hanya terpasang sekira enam jam dan kemudian hilang misterius, tapi keberadaan baliho tersebut sedikit menggangu kader-kader Golkar yang lain. 

Misalnya seperti yang dirasakan politisi Golkar senior ini, Richard Louhenapessy. Ketua dewan pertimbangan DPD Golkar Maluku itu mengaku sedikit menyesal dengan adanya baleho tersebut.

"Bagi saya, ini tidak taktis. Aura Golkar tidak seperti demikian. Saya mau bilang, bermain politik itu jangan emosional tapi pakai logika," kata Louhenapessy ketika dimintai komentarnya di Ambon, Sabtu (15/1/2022) menyoal adanya baleho bergambar JR-RU

Menurutnya, baleho ini ada, bukan atas order dari Ketua DPD Golkar Maluku, Ramli Ibrahim Umasugi dan juga sikap resmi partai Golkar. Tapi, ada oknum yang sengaja membuat gaduh politik Golkar.

"Yang buat ini adalah mereka yang tidak memahami Golkar secara komprehensif. Sebab ini sangat tidak menguntungkan Golkar, tidak menguntungkan pak Airlangga Hartarto, tidak menguntungkan Pak Ramli dan juga Pak Jeffry," tandasnya

Alasan Richard, Golkar itu punya mekanisme dalam menetapkan calon. Golkar harus melewati mekanisme survei. Jika sesuai hasil survei, ada kader yang kuat? barulah diberikan rekomendasi kepada orang tersebut.

"Jadi bukan langsung naik seperti baliho itu. Toh partai juga kan belum ada sikap resmi, iya kan," sebutnya heran.

Ditanya apakah Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon yang telah melepaskan gambar baleho itu? Walikota Ambon dua periode itu mengaku, tidak. Semua spanduk dan baleho yang sifatnya politis, tidak pernah akan diganggu oleh Pemkot Ambon.

"Itu juga gratis dan tidak dikenakan cash. Yang penting dipasang sesuai ketentuan dan zona-zona yang sudah ditetapkan. Kegiatan politik apapun dari parpol, tidak dilarang oleh pemkot. Tergantung oleh aturan Undang-Undang. Jadi kalaupun ada indikasi bahwa pelepasan baleho dilakukan pihak Pemkot, oh tidak, itu terlalu jauh daripada apa yang difikirkan," pungkasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar