KPU Bursel Tidak Akui Partai Berkarya Versi HMP

KBRN, Namrole : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Senin 2 Juni 2021 menurunkan Bendera Partai Berkarya versi HMP warna kuning yang dipasang pada 28 - 29 Mei. Sebaliknya, bendera Partai Berkarya warna putih versi Muchdi Muchdi Pr dikibarkan.

Sebelumnya, beberapa hari lalu, kader Berkarya versi HMP menaikkan bendera kuning di Kantor KPU Bursel, lalu  mempostingnya di group FB dan mengundang protes pengurus Berkarya versi Muhdi Pr.

Merespon hal dimaksud, Ketua DPD Berkarya Bursel, Taufik Hidayat Tuanaya, langsung melakukan koordinasi dengan Ketua DPW Maluku, Yani Salampessy untuk mengambil sikap.

Pada saat itu juga, Ketua DPW Yani Salampessy merespon dengan melakukan konfrensi pers. Aktivis Granat Maluku ini memprotes dan mengkritisi pihak lain, termasuk KPU Bursel yang membiarkan bendera Berkarya warna kuning berkibar di halaman KPU.

Belakangan, setelah viral di media sosial, Ketua KPU Bursel Syarif Mahulauw, didampingi 4 komisioner lainnya melakukan pertemuan terbatas dengan Pengurus Berkarya Muhdi Pr di Kantor KPU, seraya mengklarifikasi kejadian naiknya bendera HMP.

Ketua KPU Bursel, Syarif Mahulauw menegaskan, KPU Bursel hanya mengakui kepengurusan partai politik yang sudah mendapatkan Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, serta terdaftar dalam Sipol KPU.

“Bagi KPU, kepengurusan yang digunakan adalah yang ada SK dari Kemenkumhamnya. Terkait dualisme partai di pusat,  KPU hanya perbedoman pada SK Menkumham sebelumnya,“ jelasnya.

Ditambahkan, jika di kemudian hari ada gugatan lagi terkait legalitas  kepengurusan Partai Berkarya,  KPU  Bursel akan tetap berpegang pada SK Menkumham yang ada hingga proses Pemilu 2024. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00