Taekwondo Maluku Siap Gelar Penataran Pelatih & Wasit

KBRN, Ambon : Pelatih Taekwondo Dojang Mutiara Kepulauan Aru, Ongen Tomasoa, mengatakan, pelatih taekwondo di Maluku yang memiliki lisensi atau sertifikat kepelatihan dalam menghasilkan atlet yang berkualitas masih sangat minim.

Tidak hanya itu, Maluku pun baru memiliki 3 wasit taekwondo berlisensi nasional. Olehnya itu, Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Maluku harus berbenah dengan mengikutsertakan wasit dalam kegiatan diklat dan penyegaran bagi wasit nasional dan daerah dalam upaya meningkatkan ketrampilan dan pemerataan pengetahuan para wasit dalam memimpin suatu pertandingan.

Dimana seorang wasit, harus bersifat jujur dan menjunjung tinggi sportivitas

"Pengprov TI Maluku harus mulai berbenah. Ketika wasit berkualitas, otomatis penilaian yang dilakukan bersifat objektif, tidak miring kiri, tidak miring kanan. Karena berkaca dari event sebelumnya, penilaian wasit yang tidak objektif, sangat merugikan para atlet dan pada akhirnya akan terjadi perkelahian saat pertandingan," jelas Ongen Tomasoa.

Tomasoa mengaku, program penataran untuk pelatih dan wasit telah disampaikan kepada Ketua Umum Pengprov TI Maluku Hengky Pelatta dalam rapat kerja. 

Program itupun disambut baik oleh Ketum, dalam upaya membangun cabang olahraga taekwondo di Maluku.

"Ketua Pengprov dengan segala kebijakannya serta optimismenya dalam membangun taekwondo, sehingga program itu menjadi salah satu program untuk dijalanka," jelasnya.

Sementara itu, Ketum Pengprov TI Maluku Hengky Pelatta memastikan, penataran pelatih dan wasit menjadi program yang disiap dilaksanakan pada Januari 2022.

Selain itu, Pengprov juga memastikan  berjalanya program kenaikan sabuk .

"Itu semua menjadi program Pengprov TI Maluku," singkatnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar