Prestasi Tinju Merata, Titaley: Pengprov Harus Siapkan Atlet Untuk PON 2025 

KBRN, Ambon : Prestasi cabang olahraga tinju telah merata di semua daerah, berdasarkan evaluasi perolehan medali di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/Papua.

Pelatih Tinju Maluku Agus Titaley menuturkan, persaingan di PON Papua berlangsung ketat dan menunjukan pembinaan olahraga prestasi di setiap daerah meningkat signifikan, meski diperhadapkan dengan situasi pandemi Covid-19.

Perhelatan PON sebelumnya kata Titaley, daerah yang menjadi pesaing Maluku dalam mengamankan medali emas yakni Jawa Barat, DKI, Sumatera Utara, Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara di PON Papua, semua daerah menjadi menjadi lawan terberat, dan rata-rata mengamankan medali emas. 

"Paling banyak itu rebut 2 emas. Sementara yang rebut 1 emas ada 7 provinsi selain Maluku yakni Papua Barat, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sementara NTT yang biasanya tidak pernah absen amankan medali, malahan tidak memperoleh medali emas. Ini menjunkan prestasi olahraga belajar ini telah merata," jelas Titaley.

Melihat prestasi tinju yang telah merata, Titaley mengaku Pengprov cabor harus melakukan evaluasi dan menetapkan langkah-langkah strategis dalam meregenerasi petinju potensial Maluku untuk tampil pada PON 2025 di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. 

Kendati keberhasilan akan diraih, jika pembinaan dilakukan secara berjenjang disertai even baik di tingkat daerah maupun nasional.

Ia tak menampik, Pertina Maluku saat ini mati suri dibawah kepemimpinan Ramly Umasugi. Lantaran tidak ada satupun agenda olahraga yang mampu digelar demi regenarsi atlet potensial.

"Dua tahun ini tidak ada satupun even olahraga. Zaman Penting dinahkodai mantan Walikota Ambon Jopie Papilaya, regenerasi atlet luar biasa, karena even rutin digelar. Kalau saat ini, atlet hanya latihan tanpa ada perbandingan. Hal itu juga sia-sia," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00