Mandala Remaja Karpan Kurang Memadai sebagai Lokasi Pelatda PON

KBRN, Ambon: Pelatih PON Cabang Olahraga Atletik, Ruben Sapulette, menuturkan, Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) terpusat menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021-Papua telah dijalani Puluhan Atlet yang tergabung dalam Kontingen Maluku hampir 2 (Dua) Pekan.

Jika dihitung, waktu efektif untuk para atlet ada dalam pelatihan terpusat hanya sekitar 5 (Lima) bulan, mengingat sesuai jadwal, PON akan digulirkan pada tanggal 2-15 Oktober mendatang.

Para Atlet Cabor atletik pun, sementara digenjot dengan latihan sesuai program yang diturunkan, dengan harapan mampu mengukir prestasi terbaik bagi Maluku.

Namun Sapulette mengaku, dalam persiapan yang dijalani, tempat latihan yang digunakan yakni Lapangan Mandala Remaja,Karang Panjang, Kota Ambon, khususnya untuk lintasan atletik cukup memprihatinkan. Lantaran saat hujan, lapangannya tergenang air, lintasan gravelnya licin dan berdampak pada terhambatnya program persiapan atlet. 

"Memang di Ambon ini fasilitas kurang memadai, dalam hal ini lintasan di Lapangan Mandala Remaja itu kalau hujan kita tidak bisa latihan. Jadi latihan itu tergantung kondisi. Bahkan saat hujan, bisa juga pelihara ikan lele," ujar Sapulette.

Ditanya soal vaksinasi hingga rapid antigen yang dijalani atlet dan pelatih, Sapulette mengemukakan, jika percuma saja menjalani hal itu, mengingat saat berlatih, mereka tetap berbaur bahkan berdesakan dengan masyarakat yang juga menggunakan Mandala Remaja untuk berolahraga.

"Mirisnya lagi, masyarakat itu berolahraga di lintasan yang akan dipakai para atlet dari 14 cabor untuk lari guna  melatih kecepatan. Kita sudah bicarakan dengan KONI Maluku, namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya. Jadi kita seperti orang gila saja di lapangan," tutur Sapulette.

Kesempatan yang sama, Atlet PON Cabor atletik, Wempy Pelamonia berharap, fasilitas turut menjadi perhatian KONI bahkan Pemda dalam menunjang pelatihan atlet demi prestasi. 

Selain itu Pelamonia mengaku, sering terganggu latihan saat berlatih kecepatan akibat masyarakat yang memenuhi lintasan. Bahkan meski telah diingatkan berkali-kali, namun kembali terulang. 

"Saya sering bilang ke masyarakat, misalnya lintasan 1 dan 2 kita pakai, namun sama saja. Bahkan kekuatan kita habis hanya untuk mengingatkan mereka. Jadi diharapkan masyarakat sadar juga. Kalau perlu ada Satgas yang jaga, untuk ingatkan masyarakat, karena  sangat terganggu sekali," jelas Pelamonia.

Menuju perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Provinsi Papua, Cabor Atletik menerjunkan 7 (Tujuh) atlet terdiri dari 2 atlet putri dan 5 atlet putra. Untuk atlet putri yakni, Alvin Tehupiory dan Nining Souhali, Sementara atlet putra yakni, Wempy Pelamonia, Elvis Telussa, Yakob Tahapary, Rikwan Welerubun dan Budi Ahmad Prayoga.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00