Tiga Terdakwa RMS Divonis Ringan Bervariasi

KBRN, Ambon :  Setelah melewati beberapa kali persidangan, Jumat (23/10/2020), Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon yang diketuai Achmad Ukhayat,  memvonis  3 terdakwa RMS dengan  hukuman ringan bervariasi, yakni 2 dan 3 tahun penjara. 

Dua terdakwa yang divonis 2 tahun masing-masing Yohanis Pattiasina dan  Simon Viktor Taihitu, Abner Litamahuputti dijatuhi hukuman tiga tahun penjara. Terhadap amar putusan itu, Penasehat Hukum dan Pos Bantuan Hukum (Bakum) ketiga terdakwa memilih pikir-pikir hingga 7 hari ke depan.

Usai membacakan putusan terhadap tiga orang terdakwa, majelis hakim memberikan kesempatan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Penasehat Hukum (PH) untuk menanggapi keputusan hakim, tetapi dari JPU dan PH memilih pikir-pikir sampai Tuju hari ke depan.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim digelar sekitar pukul 10.00 WIT. Sidang diselenggarakan secara  virtual dari ruang sidang Kantor Pengadilan Negeri Ambon, sementara ketiga terdakwa  mengikuti proses sidang dari Rutan Klas IIA Ambon.

Majelis Hakim dalam persidangan ini diketuai Achmad Ukhayat yang juga Wakil Ketua Pengadilan Negeri Ambon dengan 2 orang anggota hakim, sedangkan JPU terdiri dari Awaluddin, Junet Pattiasina dan Agustina Ubleeuw. PH tiga terdakwa dari Pos Bakum (Bantuan Hukum) masing-masing Samuel Waeleruny, Angki Tutupari, Ronald Salawane dan Alfred Tutupari.

Tiga terdakwa makar, yakni Johanis Pattiasina, Simon Viktor Taihittu dan Abner Litamahuputty sebelumnya didakwa melakukan perbuatan makar. JPU Awaluddin, JW Pattiasina dan Augustina Ubleeuw mendakwa ketiganya dengan pasal 106 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan pasal 110 ayat (1) KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta pasal 160 KUHP Jo pas 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

Ketiga terdakwa itu menerobos masuk ke Polda Maluku, pada Sabtu (25/04/2020) sekitar pukul 15.45 WIT dengan membawa bendera RMS. Sebelum menerobos markas Polda Maluku, ketiga orang itu berjalan kaki dari arah Jembatan Skip dengan membawa bendera RMS, sambil berteriak Mena Muria.

Sepanjang perjalanan, mereka membentang bendera RMS atau yang dikenal dengan istilah be­nang raja itu. Aksi mereka menjadi tontonan warga yang melewati jalur jalan depan Polda Maluku. Saat tiba di depan pintu halaman, ketiganya langsung masuk, dengan tetap membentangkan bendera RMS, sambil meneriakan Mena Muria.

Petugas di pos penjagaan kaget dan mereka langsung bergegas keluar. Bahkan ada petugas mengarahkan senjata ke arah ketiga orang itu. Namun seorang berpakaian petugas preman, buru-buru menutup pintu pagar halaman Polda Maluku sebelum ketiganya diamankan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00