Polisi Amankan Tiga Pelaku Pengeroyokan Atlit PON, Sebentar Lagi Tersangka

KBRN, AMBON : Kejadiaan naas dialami Stanislaw Suarlemik (23), atlet Maluku ini dianiaya sejumlah pemuda di Desa Passo, Kecamatan Baguala Kota Ambon, Minggu (18/4/2021).

Kejadiaan naas ini terjadi tepat di Jembatan Barito, Sacupa, Desa setempat sekitar pukul 18.30 WIT. Korban diduga dianiaya oleh tiga orang pelaku yang salah satunya Qlaudyo Tutuarima. Ketiganya sudah ditahan di Rutan Malolsek Baguala. 

Kapolsek Baguala, IPTU Morlan Hutapea kepada RRI menyebut, saat kejadiaan  itu korban  dan rekannya Brian Erens Hehanussa (28) berboncengan  menggunakan kendaraan roda dua dari arah Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah hendak menuju ke kota Ambon.

Setelah tiba tepatnya setelah melewati jembatan barito desa passo pelaku dengan menggunakan kendaraan roda dua tiba-tiba menyerempet korban dan rekannya.

Saat itu, Hehanussa rekan korban  berkata kasar kepada pelaku. Pelaku yang mendengar perkataan Hehanussa langsung dijawab dengan kasar oleh pelaku.

Kendaraan korban dan pelaku sama-sama menghentikan laju kendaraan mereka di TKP dengan tujuan untuk berbicara secara baik-baik. Sayangnya, pelaku  tidak menghiraukannya dan mengajak korban untuk berkelahi.

Tak berapa lama kemudian datanglah rekan-rekan pelaku dan langsung melakukan penganiayaan terhadap korban dan rekannya.

"Akibat  kejadian tersebut korban mengalami bengkak dan lebam pada bagian mata sebelah kanan sedangkan Hehanussa mengalami luka bengkak pada bagian pipih sebelah kanan, luka gores pada bagian hidung dan luka robek pada bagian bibir sebelah atas," jelas Marlon. 

Menurut Kapolsek, polisi sudah melakukan menyelidikan dan saat ini tiga pelaku sudah diamankan. "Benar, pelaku sudah diamankan. Ada tiga orang yang sudah diamankan. Sudah naik penyidikan, dan belum tersangka,"tandas Kapolsek. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00