213 Wisudawan UT Ambon Ikut Wisuda Daring

Direktur UT Ambon menyerahkan ijazah kepada Anggota DPD RI Ana Latuconsina yang menjadi salah satu wisudawan.

KBRN, Ambon : Universitas Terbuka (UT) Ambon kembali menggelar wisuda daring yang diikuti 213 wisudawan, Selasa (24/11/2020). 

Lima wisudawan terbaik mengikuti wisuda di Kampus UT Ambon, sementara wisudawan lainnya yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Maluku mengikuti prosesi wisuda dari masing-masing wilayahnya melalui kanall youtube UT. 

Wisuda daring secara terpusat dipimpin Rektor Universitas Terbuka Prof Ojat Darojat. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)  Bambang Soesatyo turut memberikan sambutan sebelum prosesi wisuda berlangsung. 

Direktur UT Ambon, Dr Joko Rizkie Widokarti mengatakan, gelombang kedua wisuda UT di masa pandemi Covid-19 diikuti sebanyak 213 wisudawan tersebar diseluruh Maluku. 

"Yang ikut wisuda di Kampus UT hanya wisudawan terbaik. Salah satunya Anggota DPD RI Ibu Ana Latuconsina," ujarnya 

Jumlah wisudawan yang terus meningkat  menjadi bukti UT  sebagai perguruan tinggi yang melaksanakan pendidikan jarak jauh semakin diminati masyarakat. 

Dikatakan, tolok ukur UT sebagai perguruan tinggi berkualitas juga dibuktikan pada tahun 2019  sebanyak 9 ribu lebih CPNS merupakan lulusan UT, yang mana menempatkan UT pada peringkat pertama  perguran tinggi pencetak CPNS terbanyak. 

"UT berhasil menjadi pencetak CPNS terbanyak tahun 2019 kemarin melebihi ambang batas dari jumlah lulusan perguruan tinggi terkemuka. Itu artinya lulusan UT memang diperhitungkan," jelas Joko.

Anggota DPD RI Asal Maluku, Ana Latuconsina, salah satu wisudawan terbaik UT Ambon. Ana   lulusan terbaik Jurusan Ilmu Komunikasi UT Ambon mengatakan, bangga dapat menyelesaikan studi Strata Satu (S1) di UT Ambon. 

"Metode pembelajarannya sangat bagus. Modulnya sangat membantu kami sebagai mahasiswa untuk belajar dimanapun. Saya  mahasiswa UT Ambon dapat mengikuti kelas tatap muka di Jakarta," ujarnya 

Senator asal Maluku ini menuturkan sistem pembelajaran jarak jauh mampu menjawab kebutuhan pendidikan anak Maluku diseluruh pelosok. Mengingat Maluku merupakan provinsi kepulauan yang jarak antara satu wilayah dengan wilayah lainnya sangat jauh. 

"Sekarang internet sudah sampai ke pelosok. Saya pikir sangat membantu lah. Cocok sekali di masa pandemi covid-19 sistem belajar sudah daring," ucapnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00