Wisudakan 1.177 Lulusan, Sapteno: Sarjana harus Jadi Inovator untuk Cipta Lapangan Kerja

KBRN, Ambon : Universitas Pattimura meluluskan sebanyak 1.177 lulusan terdiri dari Sarjana 940 lulusan, Magister 115 lulusan, Doktor 2 lulusan, Profesi Dokter 47 lulusan dan Profesi Guru sebanyak 73 lulusan pada Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-57 dan Wisuda Periode I Tahun 2020.

Kendati wisuda digelar ditengah pandemi covid-19,  maka pelaksanaanya dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan protokol kesehatan dimulai dari fakultas hukum dan fisip unpatti di tanggal 15 September dan akan berakhir pada Kamis , 17 September 2020 untuk Fakultas kedokteran dan Pasca Sarjana.

Rektor Universitas Pattimura, Marthinus Yohanes Sapteno dalam arahannya mengatakan,  Unpatti telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud, bahwa 80 persen alumni Unpatti harus bekerja.   Dan hal tersebut diakui sapteno menjadi sebuah tantangan.   

Namun dengan bekal perkuliahan, sapteno pun  mengajak para wisudawan untuk tidak hanya terpusat menjadi pegawai negeri sipil maupun pegawai swasta,  tetapi  para lulusan harus menjadi pelopor,  penggagas atau inovator dalam menciptakan lapangan pekerjaan itu sendiri. Kendati dari hasil monitoring, didapati lulusan Universitas Pattimura sejak tahun 2019 yang tercatat sebanyak 3.000 lebih lulusan yang dihasilkan, tidak sampai 100 lulusan yang berhasil mendapatkan pekerjaan.

“Era Industri 4.0 dan kondisi dunia yang memprihatinkan sekarang ini, anda harus katakan pada diri sendiri dan berjanji bahwa saya harus menjadi kepala dan bukan ekor, bos dan bukan bawahan. Saya yakin para lulusan mampu menjadi pelopor dan inovator yang penting ada kemauan dari diri sendiri,” ujar Sapteno pada Selasa, (15/09).

Sementara itu Gubernur maluku dalam sambutannya yang disampaikan Wakil Gubernur Barnabas Orno secara virtual menyampaikan apresiasinya,  lewat pelaksanaan wisuda yang digelar ditengah pandemi Covid-19 dengan mekanisme drive thru.

“Penyelenggaraanya harus seperti ini guna mengakomodasi kebutuhan akan prosesi kelulusan dengan tanpa mengabaikan protokol kesehatan,” Jelas Wagub.

Selanjutnya pelaksanaan Wisuda Universitas Pattimura yang berlangsung hingga 17 september 2020, menggunakan mekanisme drive thru  mengantisispasi penyebaran Covid-19. Dimana para wisudawan dengan kendaranya sesuai nomor antrian, berhenti didepan auditorium selanjutnya masuk bersama orang tua, dan ketika dibacakan nama akan menuju ke panggung dan dekan akan menyerahkan ijazah selanjutnya pemindahan tali toga oleh Rektor yang disaksikan oleh orang tua, selanjutnya wisudawan pun menuju kendaraan yang terparkir pada pintu keluar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00