Mahasiswa Poltek Ambon Dikenalkan Perdagangan Internasional

KBRN, Ambon : Mahasiswa Politeknik Negeri Ambon dikenalkan Perdagangan Internasional melalui Kuliah Umum oleh Kepala Kanwil Bea Cukai Maluku, Erwin Situmorang, di Kampus Politeknik Ambon, Rabu (4/12/2019). Erwin menjelaskan Maluku memiliki potensi perikanan, kelautan dan perkebunan untuk diekspor. Potensi itu menjadi incaran negara-negara besar, seperti Amerika, China, Jepang dan sejumlah negara lainnya di Asia dan Eropa.  "Mengapa, karena kualitas perikanan maupun rempah-rempah yang berasal dari Maluku menduduki kelas tertinggi, sehingga negara-negara tersebut berani membayar mahal untuk bisa mendapatkan komoditas itu," jelasnya dihadapan ratusan mahasiwa. Erwin memaparkan kenapa ekspor perlu digenjot, karena selain mendatangkan devisa untuk negara, eskpor dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk.  Mantan Kepala Bea Cukai Soekarno Hatta ini, menyampaikan pengenalan Maluku dalam konteks perdagangan internasional perlu diketahui mahasiswa, agar kedepan mereka memahami betapa kaya sumber daya alam (SDA) Maluku yang akan mereka kelola.  "Ini sebagai upaya mempersiapkan generasi milenial untuk bisa terjun bahkan kedepan bisa menjadi pelaku ekspor. Maluku sangat kaya karena punya produk yang negara lain tidak punya. Mereka harus memahami kebutuhan pasar," tandasnya Dalam pemaparannya itu, Erwin sesekali mengingatkan mahasiswa untuk tidak membeli produk impor, karena tidak mendatangkan pendapatan untuk negara.  Kuliah Umum mengenalkan mahasiswa perdagangan internasional mendapat apresiasi Sonya, mahasiswa jurusan Akuntansi, ia mengaku lewat kuliah umum, dirinya mengetahui upaya pemerintah provinsi terus mendukung kegiatan ekspor langsung dari Maluku.  "Kita tahu nilai tawar hasil alam maluku cukup besar di pasar internasional. Sangat memotivasi kami mahasiswa agar kedepan bisa mengambil bagian dalam membangkitkan perekonomian Maluku," tukasnya Kedepan ia berkeinginan bisa menjadi salah satu pelaku ekspor dengan memanfaatkan potensi alam disekitarnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00