Tangani Sampah Plastik, Unpatti Teken MoU dengan Clear Rivers

KBRN, Unpatti : Rektor Universitas Pattimura Prof. Dr. M. J. Saptenno melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Pattimura dan Clear Rivers (the Netherlands) tentang “Pendidikan, Penyadaran dan Penelitian Pencegahan Pencemaran Plastik Masuk ke Laut dan Samudera di Pulau Ambon Tahun 2022.

Dalam MoU ini juga berlangsung penandatangan dokumen Implementation Arrangement Clear Rivers (dokumen yang memuat rincian rencana implementasi kegiatan) bersama Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik, Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, juga Program Studi Ilmu kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. 

Rektor Saptenno dalam sambutan mengatakan MoU yang dilakukan saat ini sangatlah penting karena sampah yang ada di Kota Ambon merupakan salah satu wujud permasalahan yang sangat serius terutama di bagian Teluk Ambon.

Dikatakan pula, lewat kegiatan ini Universitas Pattimura dapat terlibat langsung dengan pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah sampah bukan hanya di sungai tetapi juga di laut.

Lewat program dan MoU saat ini rektor berharap agar perilaku dan mindset dari masyarakat tentang sampah bisa diubah, sekaligus diharapkan kerjasama yang baik dari semua pihak agar permasalahan sampah di Kota Ambon dapat terselesaikan.

“Sebab kebijakan pemerintah tanpa partisipasi masyarakat akan berdampak negatif," tegas rektor.

Sementara itu, Ms.Fransesca Alberti  memberikan apresiasi atas pertemuan yang terjadi antara Clear Rivers dengan Universitas Pattimura. 

Dikatakan, Clear Rivers adalah lembaga swadaya masyarakat yang juga bekerja dengan universitas-universitas di Belanda sebagai mitra. Clear Rivers konsen pada siklus pemanfaatan sampah plastik serta melakukan pendekatan pendidikan dan bekerjasama dengan universitas-universitas, untuk kemudian melihat masyarakat dan budayanya. 

Clear Revers juga melakukan observasi kondisi tiap teluk dan bermitra dengan semua pihak terkait, untuk melihat peluang kerjasama. 

Selanjutnya Clear Rivers berkeinginan untuk melanjutkan kerjasama dengan Universitas Pattimura untuk melakukan riset tentang permasalahan sampah plastik yang ada di Ambon. 

"Clear Rivers pada bukan Oktober akan mendatangkan 3 alat penangkar sampah “Litter Traps” yang nantinya akan ditempatkan di muara sungai yang sesuai observasi terdapat banyak sampah. Dari 20 titik hasil observasi terdapat 3 titik penempatan alat tersebut, yakni pada muara sungai Batu Merah, Mardika dan Galala. Alat penangkar sampah diharapkan akan membantu agar penyebaran sampai dari sungai ke laut tidak meluas. Alat ini akan dipasang dan hanya membutuhkan energi angin atau arus. Alatnya cukup mahal dan alat ini harus bisa dikelola dengan baik, jadi bukan hanya berfokus pada alatnya sebagai tempat penangkar sampah tetapi lebih dari itu, kami ingin membangun kerjasama dengan Universitas Pattimura agar alat ini dapat digunakan sebagai stasiun penelitian dan berbagai riset-riset hasil kolabrasi antara para ilmuan Unpatti dengan Clear Rivers,"ujar Fransesca. 

Usai melakukan MoU, dilanjutkan dengan pemberian cinderamata dari Universitas Pattimura kepada Clear Rivers, Ms. Francesca Alberti.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar