Unpatti Mengabdi, Gandeng Pengolah Ikan Asin Sebagai Mitra

KBRN, Ambon : Tim dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Pattimura, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang merupakan salah satu kegiatan tridharma perguruan tinggi berlokasi di Dusun Parigi, Desa Wahai, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. 

Kegiatan pengabdian dimaksud adalah Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) tahun ketiga, yang merupakan diseminasi dari hasil penelitian strategis nasional (PSN) tahun 2018 dan 2019.

Inovasi yang dihasilkan adalah teknologi produksi ikan asin kadar garam rendah dengan kombinasi Atung (Parinarium glaberimum Hassk) yang bermutu tinggi. Pada inovasi ini digunakan garam 10 % (W/V) dan atung 5 % (W/V), perendaman dilakukan secara bertingkat untuk dihasilkan produk ikan asin berkualitas tinggi. 

Kegiatan tersebut melibatkan tim dosen Unpatti serta enam mahasiswa angkatan 2017-2018 yang diketahui oleh Prof.Dr.Ir Trijunianto Moniharapon.

Pengabdian masyarakat program PPPUD dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi paling strategis diterapkan di masyarakat nelayan di kepulauan. Karena umumnya masyarakat nelayan pengolah, menghadapi banyak permasalahan, dengan menjadikan pengolah ikan asin di dusun parigi Wahai sebagai mitra dari kegiatan tersebut.

Menggandeng para mitra, kegiatan dibagi dalam dua kelompok, dengan metode yang dilakukan berupa pelatihan dan penyuluhan, implementasi dan pendampingan, monitoring dan evaluasi serta perkenalkan teknologi garam rendah kombinasi atung (invensi). 

Dimana Atung (Parinarium glaberimum Hassk) adalah tumbuhan endemik Maluku dari hasil penelitian sejak 1991 sampai sekarang. Atung telah terbukti dapat berfungsi sebagai pengawet pangan alami khususnya hasil perikanan segar dan olahan. Atung dapat berfungsi sebagai pengganti bahan pengawet yang tidak direkomendasi oleh BPOM untuk pangan seperti formalin dan borax.

Hasil evaluasi setelah para mitra menerima materi disimpulkan bahwa daya serap atau daya terima baik sekali terbukti dengan nilai rataan masing-masing kelompok 94.5 dan 94.0. 

Disamping itu para mitra sangat antusias untuk menerima materi penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan dilanjutkan dengan sealer vakum untuk produk ikan asin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00