FKIP Unpatti Gagas Seminar Tingkatkan Pemerataan Pendidikan di Daerah Kepulauan 

KBRN, Ambon : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Maluku Barat Daya  menyelenggarakan seminar pendidikan dengan tema "Menggagas Pendidikan di Daerah Kepulauan" secara virtual dan diikuti oleh para dosen, guru, mahasiswa dan pemerhati pendidikan,  Jumat (06/08). 

Seminar tersebut menghadirkan narasumber yakni Kadis Pendidikan MBD, Ferdinan Lewier dengan menyajikan materi "Potret Pendidikan Maluku", Guru Besar FKIP Unpatti Prof.  Z. Notanubun dengan materi "Manajemen Pendidikan Berbasis Kepulauan", serta Guru Berprestasi Nasional Tahun 2019, Afista Pegi Fitriana, sebagai pemateri "Implementasi Design Pembelajaran".

Ketua Prodi PGSD FKIP, Johanis Takaria, dalam sambutannya mengatakan, Prodi PGSD terus berupaya  mengimplemnetasi berbagai program, salah satunya yakni seminar pendidikan.

Ia tak menampik banyak tantangan harus dihadapi terkait pendidikan di daerah kepulauan, baik itu keterbatasan tenaga guru hingga sarana prasarana, yag diperparah dengan situasi pandemi yang mengharuskan pembelajaran dilakukan secara virtual. 

Olehnya itu, melalui seminar yang digelar diharapkan mampu melahirkan ide atau gagasan yang bisa membangun pendidikan dan pengajaran di wilayah Kepulauan. 

"Prodi PGSD mendukung sepenuhnya kegiatan FKIP Mengajar dan FKIP Mengabdi yang telah dilaksanakan di 11 Kabupaten Kota d Provinsi Maluku, agar berbagai hal bisa kita lakukan untuk tetap mengajar dan mengabdi di wilayah kepulauan," ujarnya.

Sementara itu, Dekan FKIP Unpatti, Prof. Wenno, saat membuka seminar mengatakan berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dimana kemampuan mendesign pembelajaran, melaksanakan pembelajaran hingga melakukan evaluasi  menjadi hal penting yang harus dimiliki oleh para pendidik yang dikorelasikan dengan pendidikan di abad XXI dengan menuntut kreatifitas, kritis, komunikatif maupun kolaboratif walaupun berada di wilayah kepulauan.

"Pendidikan di wilayah kepulauan berbeda dan mempunyai karakteristik tersendiri, sehingga orientasi pembelajaran harus dikembangkan dengan menggunakan pendekatan Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Olehnya itu, guru tidak hanya transfer of knowledge tetapi juga mampu mengajak siswa berpartisipasi dalam pembelajaran serta fleksibel dengan berorientasi pada karakteristik wilayah laut pulau,"  jelasnya.

Lanjut dikatakan, guru yang hebat dan professional harus memperhatikan  karakteristik peserta didiknya, bukan hanya mengajar namun juga mendampingi sehingga peserta didik betul-betul memahami materi yang diajarkan, dengan berpatokan pada 8 Standar Pendidikan.

"Dengan memperhatikan kekurangan guru pada kabupaten Maluku Barat Daya, diharapkan Dinas Pendidikan Kabupaten MBD bisa memfasilitasi mahasiswa FKIP melakukan PPL dan merealisasi FKIP Mengajar, sehingga membantu pemerataan guru dan pendidikan di wilayah kepulauan khususnya di Kabupaten MBD," harap Dekan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00