PGRI Ambon Harus Jadi Pioner Prokes bagi Anak Didik

KBRN, Ambon : Pengurus Pesatuan Guru Republik Indoenesia (PGRI) Kota Ambon, diminta untuk menjadi pioner dalam mensosialisasikan disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) bagi anak didik maupun orang tua.

Demikian disampaikan Ketua PGRI Kota Ambon, yang juga Sekretaris Kota (Sekkot) A.G Latuheru, saat melantik Pengurus PGRI cabang se-kota Ambon masa bakti tahun 2020 – 2025, Rabu (30/6/2021) di Manise Hotel.

Dikatakan, Pemerintah Kota telah  mewacanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) diaktifkan pada tahun ajaran baru 2021-2022. Namun ternyata kasus konfirmasi positif Covid 19 naik signifikan sehingga ditunda. Padahal, tenaga pendidik sudah antusias terhadap rencana PTM. “Sebelum Idul Fitri 1422 Hijriah, jumlah konfirmasi positif di kota Ambon hanya 47 orang, tetapi sesudah Idul Fitri peningkatannya luar biasa, sehari antara 50 hingga 75 orang yang terkonfirmasi positif,” jelasnya.

Dikatakan kenaikan kasus konfirmasi positif dikarenakan adanya varian baru Covid 19 yang menyebar yakni varian Delta, dan itu harus diwaspadai secara serius.

“Oleh sebab itu pengurus cabang PGRI Kota Ambon diharapkan terus mengikuti perkembangan penyebaran Covid 19 dari sumber resmi pemerintah dan satgas penanggulangan Covid 19,” ungkapnya.

Untuk anitisipasi kenaikan kasus, saat ini Kota Ambon berada dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro, yang telah resmi diperpanjang selama 14 hari kedepan.

Menurutnya, dengan PPKM Mikro, wilayah RT/RW bahkan Desa/Negeri dan Kelurahan akan dinilai berdasarkan zonasi, baik Zona hijau, kuning, oranye atau merah  tergantung kasus konfirmasi positif Covid 19 di wilayah itu.

“Dengan PPKM berbasis Mikro, Jika dulu hasil swab PCR hanya diketahui petugas medis dan pasien yang bersangkutan, namun kini, apabila ada yang terkonfirmasi positif langsung kita rilis dan teruskan kepada pimpinan OPD, Tim Satgas, Kades/Raja dan Lurah maupun ketua RT setempat untuk dapat mengambil langkah penanganan,” ungkapnya.

Dirinya mengingatkan, seluruh guru di kota Ambon agar mengikuti vaksinasi massal yang disediakan pemerintah untuk menjaga diri dan lingkungan dari bahaya Covid 19.“Dengan vaksinasi maka kita membantu pemerintah dalam pembentukan herd immunity,” tuntas Sekkot. 

=====

1 Juli, Pemkot Perpanjang PPKM & Umumkan Zonasi 

KBRN, Ambon :  Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro sesuai Instruksi Walikota Nomor 1 Tahun 2021, selama 14 hari kedepan.

Juru bicara (Jubir) Satgas Penanggulangan Covid 19 Kota Ambon, Joy Adriaansz, dalam jumpa pers Rabu (30/6/2021) di Balai Kota menyatakan, hal ini dilakukan melihat situasi Ambon yang kurang baik, terkait peningkatan jumlah kasus Covid 19.

“Kita berada dalam situasi yang tidak baik, dua hari kemarin tingkat kenaikan sangat drastis dari 36 kasus naik sebanyak 103 kasus, dan diperkirakan akan terus naik,” ujarnya.

Dikatakan, langkah–langkah yang akan dilakukan Pemkot Ambon untuk antisipasi diantaranya dengan mengumumkan zonasi wilayah per desa/negeri dan kelurahan.

“Mulai 1 Juli 2021 semua sudah memasang pengumuman zonasi, sehingga ketika kita masuk sudah ada spanduk yang menandakan bahwa kita berada dan beraktivitas sesuai lingkungan zonasi tertentu, sesuai kebijakan PPKM Mikro,” ujarnya.

Diharapkan dengan adanya pengumuman zonasi di tiap wilayah Desa/Negeri dan Kelurahan masyarakat dapat mewaspadai diri dan keluarga dari Covid 19.

Meski kasus konfirmasi positif Covid-19 dan kematian terus naik, namun Jubir menjelaskan kota Ambon saat ini masih berada pada Zona Oranye (Resiko Sedang) dalam peta Resiko penyebaran Covid 19 Provinsi Maluku.

“Per 27 Juni 2021, Kota Ambon masih berada pada zona oranye atau resiko sedang, dengan skor 1,82 poin,” kata Jubir.

Diketahui, hingga 29 Juni 2021, jumlah kasus konfirmasi positif yang dirawat mencapai 370, dan meninggal 88 Jiwa. Sementara untuk data terbaru capaian vaksinasi massal untuk kelompok prioritas masyarakat umum 18 tahun keatas hingga lansia mencapai 58.962 orang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00