Angkot Usia Diatas 15 Tahun, Bakal di Cabut Ijin Oleh Dishub

KBRN, Ambon : Analisis dampak lalu lintas di Kota Ambon yang dilakukan Dinas Perhubungan kota mengungkapkan, dalam 5-10 tahun mendatang bakal terjadi kemacetan yang paling parah, jika tidak segera diantisipasi.

Sebagai contoh pada jam-jam tertentu di ruas Jalan Sudirman, volume kapasitas kendaraan telah mencapai 0,96% dan telah mencapai titik kritis sebab idealnya hanya 0,50% .

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon Robby PLT Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon, Robby Sapulette dalam dialog Aspirasi Maluku, Senin, (01/03) mengatakan kemacetan pada jam-jam sibuk di ruas Jalan Sudirman hampir mencapai 1% dan ini  tidak sehat. Sementara di kawasan Jalan dimaksud tidak ada jalan alternatif sebagai pilihan bagi pengemudi sehingga harus menunggu lama. Untuk itu, strategi atau solusi yang nantinya dikembangkan Perhubungan kota Ambon adalah nantinya membatasi layanan angkutan umum.  Artinya, angkutan yang usianya diatas 15 tahun akan ditarik izin operasinya.

Disisi lain bakal menghitung kebutuhan riil angkutan umum di Kota Ambon, sehingga tidak terjadi over kapasitas, sebab saat ini sudah ada bantuan transportasi atau operator tambahan misalnya grab dan go-jek .

"Kita akan membatasi layanan angkutan. Sehingga nantinya kita akan mensuplai jumlah angkutan umum dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pengguna angkot. Selanjutnya mengoptimalisasi angkot sehingga pengguna merasa nyaman, karena rata-rata kendaraan yang berusia 30 tahun masih beroperasi," jelas Sapulette.

Ditambahkan, saat ini pergerakan atau kebutuhan kendaraan bermotor di Kota Ambon setiap tahun selalu meningkat, di tengah keterbatasan tambahan ruas jalan, sarana prasarana lainnya. (BM/LT)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00