Polresta Ambon Terus Dalami Kemungkinan Ada Tersangka Baru Kasus Jual Beli Senpi ke Papua Barat

KBRN, Ambon :  Setelah menahan enam tersangka, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease terus mengembangkan penyelidikan untuk mendeteksi  kemungkinan adanya tersangka baru perdagangan senjata api (senpi) dan amunisi ke Papua Barat. Kasus ini terbongkar setelah Polres Bintuni menangkap pelaku utama berinital J bersama barang bukti senpibdan ratusan amunisi, 10 Februari 2021.

"Kemungkinan penambahan tersangka baru bisa ya bisa tidak. Kami masih terus berporses, dengan memeriksa tersangka dan barang bukti. Jika ada penambahan tersangka tentu kami proses juga, tdak ada yg ditutup-tutupi. Jadi, masih  tetap enam tersangka yang sudah diamankan, dan kami masih fokus selesaikan berkas," tegas Kapolresta Ambon Lease Kombes Polisi Leo Surya Nugraha Simatupang kepada pers, Rabu (24/02/2021).

Menurutnya, kasus jual beli senpi dan amunisi yang menyeret dua oknum polisi dan satu oknum TNI perlu dilakukan pendalaman, karena tersangka yang ditahan mengaku tidak pernah berhubungan langsung dengan Kelompok Kriminil Bersenjata (KKB) di Papua.

Mereka mengaku hanya berhubungan dengan J, pelaku transaksi yang ditahan Polres Bintuni, bahkan juga  tidak tahu kepada siapa senpi dan amunisi itu akan dijual, karena tersangka J beralibi barang-barang berbahaya itu akan dipergunakan untuk mengamankan perusahaan tambang di Nabire.

Tersangka  berinitial J sendiri, ungkap kapolresta, adalah warga Paoua Barat yang keturunan Ambon. Dia menamatkan pendidikan SMA di Kota Ambon, kemudian melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Papua Barat sebelum menjalankan profesi sebagai sopir atau pengemudi mobil rental. 

Dari hasil pemeriksaan diketahui tersangka J sudah sering kali datang ke Ambon untuk mencari senpi dan amunisi, namun yang berhasil dibawa ke Papua baru dua kali. Enam tersangka yang ditahan di Ambon ada yang ditugaskan mencari senpi, dan ada yang bertugas mengumpulkan amunisi.

Senpi dan amunisi yang dibeli dengan harga empat sampai lima kali lipat itu, kemudian dibawa tersangka J ke Papua Barat melalui jalur laut, yakni dari Pelabuhan Wahai Seram Utara, kemudian dijual ke KKB. 

Saat ini, Polres Bintuni Papua Barat dilaporkan masih terus melakukan pengejaran terhadap tersangka utama yang berhubungan langsung dengan KKB dalam hal jual beli senpi dan amunisi, karena berdasarkan keterangan tersangka J, di atasnya masih ada orang lain yang melakukan hubungan langsung dengan KKB.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00