Napi Terlibat Kasus Narkoba akan Direhabilitasi

KBRN,Ambon: Jumlah kasus narkoba awal 2021 bertambah. Akibatnya, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Ambon   penuh sesak. Dengan kondisi yang ada, pihak lapas mengajukan rehabilitasi narapidana (napi) narkoba dalam tahun ini.

Kalapas Kelas II A Ambon, Sayful Sahri membenarkan, saat ini jumlah napi di lapas yang ada, mencapai 438 orang. Dari jumlah  tersebut, napi terlibat kasus narkoba adalah 127 orang. Angka ini naik dari sebelumnya yang hanya 90 orang.

"Untuk program rehabilitasi napi kasus narkoba memang sudah  berjalan sejak 2020 dan dilakukan bertahap. Untuk 2021 ini, kami lanjutkan lagi. Rehabilitasi napi melibatkan BNN dan tim dokter,"jelas Sahri, Rabu (20/1/2021)

Menurut Sahri, masalah narkoba ini perlu dibenahi sejak dari hulu hingga ke hilir. Kewajiban rehabilitasi pecandu narkoba diatur dalam Pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal ini juga menyebutkan bahwa  pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Lapas Kelas II A Ambon sebut Sahri, telah diprogramkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk  menjadi tempat proses perawatan inap rehabilitasi bagi napi pecandu narkoba yang ada di seluruh Lapas dan Rutan di Maluku.

"Memfungsikan lapas sebagai salah satu pusat rehabilitasi juga merupakan langkah yang sangat baik untuk memberantas peredaran narkoba di dalam penjara,"tandasnya.

Berdasarkan data Kemenkumham RI, pada tahun ini saja, jumlah napi di seluruh Indonesia  bertambah 24.197 orang. Akibatnya, total penghuni lapas atau rutan mencapai 256.273 orang. Padahal, kapasitas huniannya hanya 126.164 orang. Sekitar 111 ribu napi adalah mereka yang tersangkut kasus narkoba, mulai dari pengguna hingga bandar. (SS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00