FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Tekan Peredaran Narkotika Ditengah Pandemi Corona, Operasi Gabungan Incar Penjual Likuid Vape

Apel Tim Gabungan Operasi Narkotika di Maluku berlangsung di Aula Gedung Keuangan Negara

KBRN, Ambon : Ditengah Pandemi Covid-19 Tim Gabungan Polda Maluku, Badan Narkotika Nasional (BNN) Maluku dan Kanwil Bea Cukai Maluku terus menigkatkan pengawasan terhadap peredaran narkotika di wilayah Maluku. 

Apel Operasi gabungan narkotika dan barang kena cukai dipimpin Kepala Kanwil Bea Cukai Maluku, Erwin Situmorang, Selasa (24/11/2020) bertempat di Aula Gedung Keuangan Negara. Turut mendampingi Direktur Narkoba Polda Maluku, Kombes  Cahyo Hutomo dan Kepala BNNP Maluku, Brigjen Zainul Muttaqin. 

"Kegiatan operasi ini merupakan wujud nyata sinergitas dan komitmen bersama dan menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman narkotika dan peredaran Barang Kena Cukai (BKC) ilegal," ujar Erwin 

Operasi gabungan kali ini tim  melakukan pengawasan penjualan Liquid Vape, sebagai Barang Kena Cukai jenis baru yang saat ini sedang tren di masyarakat, agar tidak disalahgunakan sebagai obat-obatan terlarang. 

"Dalam operasi gabungan ini diharapkan sekaligus  sebagai sarana sosialisasi dan edukasi agar pengusaha yang menjual vape memastikan bahwa barang yang dijual adalah barang legal yang dilekati pita cukai dan tidak mengandung zat narkotika di dalamnya,"terangnya 

Operasi gabungan narkotika yang berlangsung ditengah pandemi corona  diharapkan berjalan lancar dengan tujuan menekan jumlah peredaran narkotika dan BKC ilegal di Maluku. Peredaran narkotika dan Barang Kena Cukai ilegal harus diberantas karena merugikan negara dan memberikan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat. 

"Tujuan lainnya Provinsi Maluku dapat menjadi daerah yang dapat memberikan kesejahteraan dan keamanan bagi masyarakatnya dengan tidak beredarnya narkotika dan Barang Kena Cukai ilegal. Hal ini berdampak pula pada pertumbuhan ekonomi Maluku sehingga turut mendorong program pemulihan ekonomi nasional disaat pandemi," pungkasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00