Pemusnahan Limbah Medis Covid-19 Ditolak di Karawang, Aktivis Maluku Bersikap

Aktivis Lingkungan, Collins Leppuy.

KBRN, Ambon : Aktivis Lingkungan Maluku, Collins Leppuy menyoroti sikap LSM Lingkungan Kabupaten Karawang yang menolak pemusnahan puluhan ton limbah medis  covid-19 asal Kota Ambon. 

Menurutnya, penolakan tersebut tidak mendasar. Pasalnya penanganan limbah medis covid-19 yang berpusat di Karawang ditangani oleh pihak ketiga  Sehingga tempat pemusnahan yang dipilih juga sudah sesuai dengan ketentuan dampak lingkungan. 

"Covid-19 merupakan virus baru yang belum dapat tertangani begitupun limbah dari pasien covid-19 belum dapat dimusnahkan di Kota Ambon, karena ketiadaan alat pemusnah limbah medis atau incenerator. Jadi teman-teman LSM di Karawang tidak boleh bersikap seperti itu," ujarnya saat dihubungi RRI, Minggu (22/11/2020). 

Collins pun mendorong Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku untuk mempercepat pembangunan instalasi pemusnahan limbah medis covid-19,  agar limbah tidak perlu dikirim ke Karawang. 

"Ini sebenarnya jadi PR untuk Pemprov Maluku. Harusnya bisa secepat mungkin bangun instalasi penanganan limbah medis dan alat yang memadai. Daripada keluarkan uang miliaran untuk biaya penanganan limbah oleh pihak ketiga," pintanya 

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Roy Siauta yang dihubungi terpisah mengaku tidak mengetahui adanya penolakan. 

Dikatakan,pihaknya hanya berurusan dengan pihak ketiga. Karena penanganan limbah ditangani langsung oleh mereka. 

"Sejauh ini pengiriman limbah ke karawang tidak ada masalah. Baru kali ini saya  dengar adanya protes dari LSM lingkungan di karawang," tukasnya

Di tahun 2021 Pemprov Maluku akan menerima bantuan alat incenerator dari Kementrian Lingkungan hidup dan Kehutanan. Pemprov telah memilih Desa Wayame sebagai tempat pembangunan instalasi pemusnahan limbah medis covid-19. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00