MCC Kembali Menanam Ratusan Anakan Mangrove di Lateri

Menanam mangrove menjadi edukasi bagi anak-anak.jpg
Gerakan menanam anakan mangrove di pesisir Lateri oleh MCC, Angakatan Muda dan Ranting Satu Lateri.jpg
Proses penanaman mangrove di pesisir Lateri oleh MCC l, Angkatan Muda dan Ranting Satu Lateri.jpg

KBRN: Ambon-Menggantikan sejumlah Mangrove yang rusak, Komunitas Molucas Coastal Care (MCC) lakukan aksi menanam anakan mangrove di kawasan Lateri. 

Stefani Salhuteru, Ketua Komunitas Molucas Coastal Care (MCC) saat dikonfirmasi rri Senin pagi menjelaskan, anakan mangrove yang ditanaman di kawasan Lateri merupakan aksi melindungi mangrove, mengingat tumbuhan tersebut banyak yang ditemukan rusak dan mati sejak beberapa waktu lalu. 

Salhuteru mengaku, sebanyak 200 anakan mangrove yang ditanam di kawasan Lateri pada Minggu (13/09/2020) dengan melibatkan Angkatan Muda Ranting Lateri dan Ranting Satu.  Aksi ini bertujuan untuk memenuhi kawasan pesisir Lateri dengan Mangrove agar dapat digunakan sebagai kawasan ekowisata dan menjadi edukasi bagi anak-anak. 

"Aksi penanaman mangrove, menggantikan beberapa yang sudah rusak sebelum corona dan ini baru sempat mengantikannya. Kemarin itu kami bersama dengan Angkatan Muda Ranting Tiga Lateri dan Ranting Satu. Kami menanam sebanyak 200 anakan mangrove, tujuan kami membuat full area pesisir pantai Lateri dengan mangrove supaya kedepanya ekosistem ini bisa dijadikan sebagai ekowisata mengrove, tempat edukasi bagi anak anak. Selain itu juga tempat pemijaan ikan, udang dan biota lainnya," Jelas Stefany Salhuteru, Ketua Komunitas MCC, Senin(14/09/2020). 

Menurut Ketua MCC, mangrove berperan penting untuk menjaga pesisir dari abrasi pantai, terutama saat musim gelombang. Terlebih dari data LIPI, dikawasan tersebut sebelumnya terdapat 43 hektar mangrove namun seiring waktu berjalan, saat ini tersisa 33 hektar. 

"Jangan hanya mau mengambil hasil dari alam saja, namun bisa meninggalkan dan memberikan manfaat bagi lingkungan demi masa depan generasi Maluku," imbau Salhuteru.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00