Kota Ambon kembali Masuk Zona Merah

KBRN, Ambon : Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengatakan, status zona merah kembali di sandang Kota Ambon menyusul meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Berdasarkan update data yang disampaikan Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito maka Kota Ambon menjadi 1 dari 13 daerah yang berubah dari zona oranye (resiko sedang) ke zona merah (resiko tinggi) terkait penyebaran Covid-19 di Indonesia.

"Kita tahu persis bahwa pemerintah, swasta, akademisi, hingga masyarakat sudah bekerja keras, namun situasi inikan sangat dinamis jadi kita lengah sedikit saja akan berubah dalam waktu sekejap.  Sesuai update data mingguan peta zonasi Covid-19 per tanggal 2 Agustus 2020, tenyata Ambon kembali ke zona merah karena tingginya tingkat penyebaran Covid-19," Ungkap Walikota Ambon, Jumat (7/8).

Pada minggu pertama bulan Agustus, tepatnya hari kelima Penerapan PSBB transisi jilid II  di Kota Ambon, tercatat sedikitnya 75 kasus posistif yang terjadi. Selain angka terkonfirmasi, angka kematian pun turut meningkat di kota ambon.

“Positif meningkat, terakhir angka kematian juga meningkat meski angka penyembuhan pun tak kalah tinggi dan Ini jadi tantangan kita bersama. Olehnya itu saya betul-betul menghimbau  kepada masyarakat yang adalah episentrum dari dinamika perkembangan Covid.-19, untuk mari terus mawas diri, tingkatkan kepekaan kita terhadap diri, keluarga, maupun lingkungan dan kedepankan lagi protokol kesehatan mengingat virus ini sulit untuk dideteksi. Mengingat lewat disiplin diri maupun keluarga adalah kunci untuk menghambat dan menurunkan tingkat perkembangan Covid-19,” jelas Walikota.

Masyarakat pun lanjut Walikota, diharapkan tidak berkecil hati dan mari bergandengan tangan bersama pemerintah  untuk menekan lagi perkembangan maupun penyebaran Covid-19.

“Kalau kita kerja keras bersama pasti akan teratasi. Yang paling penting itu masyarakat harus jaga jarak. Karena yang terjadi, jika petugas lengah dalam pengawasan misalnya pada rumah makan, restoran maupun rumah kopi, maka pengunjung tidak lagi menerapakan physical distancing bahkan kunjungan masyarakat pun lebih dari 50 persen dan tidak sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah kota. Olehnya itu jika tingkat perkembangan kembali naik, maka tidak menutup kemungkinan saya ambil kebijakan untuk kembali ke PSBB,” tutup Walikota.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00