Gelombang di Perairan Kai dan Laut Arafuru Meningkat Tinggi

Prakiraan tinggi gelombang antara 2,50 - 4,09 meter (foto web)

KBRN, Ambon : Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Metereologi Maritim Pattimura Ambon, kembali mengeluarkan peringatan dini tinggi gelombang di perairan Maluku, Senin (15/08/2022).

Dari hasil analisa diprakirakan, tinggi gelombang di Perairan Kai dan Laut Arafuru berpeluang meningkat dari katagori sedang, 1,25 - 2,50 meter, ke katagori tinggi, 2,50 - 4,00 meter, namun di Perairan Ambon Lease, Seram, Buru, Tanimbar dan sekitarnya relatif masih sedang.

Olehnya, dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.

Prakirawan BMKG Aneras Wulan S. dalam rilisnya menyebut, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara pada hari ini dominan bergerak dari Timur - Selatan dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot.

Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur  - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 - 25 knot. 

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan Bali hingga NTT, Laut Jawa bagian selatan, Selat Makasar bagian selatan, Laut Flores, Laut Banda, Perairan Kep. Kai, dan Laut Arafuru.

Sehubungan dengan hal itu, BMKG memprakirakan tinggi gelombang di perairan Maluku sebagai berikut: 

Tinggi Gelombang 1.25 – 2.50 Meter (Sedang) berpeluang terjadi di :  

• Perairan Pulau Buru 

• Perairan Ambon - Lease 

• Perairan Seram Selatan

• Laut Banda Utara Bagian Barat 

• Laut Banda Selatan Bagian Barat 

• Laut Banda Selatan Bagian Timur 

• Perairan Sermata - Leti

• Perairan Babar 

• Perairan Kepulauan Tanimbar 

• Perairan Kepulauan Aru

Tinggi Gelombang 2.50 – 4.0 Meter (Tinggi) berpeluang terjadi di : 

• Laut Banda Utara Bagian Timur

• Perairan Kai 

• Laut Arafuru

Saran keselamatan dari BMKG, harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran sebagai berikut : 

Perahu nelayan beresiko tinggi jika kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter.

Kapal Tongkang, beresiko tinggi jika  kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter.

Kapal Ferry, sangat beresiko jika kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter.

Kapal ukuran besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar, beresiko tinggi jika kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar