Disdukcapil Dukung Imigrasi Cegah Pemalsuan Identitas Saat Pembuatan Paspor

KBRN,Ambon: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon, berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memiliki dokumen administrasi kependudukan.

Proses penerbitannya diatur pada peraturan Perundang-undangan dan untuk pengurusan dokumen administrasi kependudukan, harus benar-benar diverifikasi oleh perangkat desa dalam hal ini, Kepala Dusun atau Ketua RT.  Kepala Desa pun wajib memberikan Informasi yang benar dalam pengurusan dokumen. Dokumen itu adalah biodata, KTP elektronik, Kartu Keluarga, Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI), akta kelahiran, akta kematian bagi keluarga yang telah meninggal dunia, Akta Perkawinan dan Akta Perceraian serta Kartu Identitas Anak (KIA).

Dokumen-dokumen tersebut wajib dimiliki untuk keperluan layanan publik seperti pengurusan BPJS, SIM, perbankan, paspor dan keperluan untuk mencari sekolah.

Disdukcapil juga terus berupaya mencegah potensi pemalsuan dokumen kependudukan seperti KTP elektronik dan Kartu Keluarga. Upaya pencegahan potensi pemalsuan dokumen kependudukan ini disampaikan  Pelaksana Tugas Kepala Disdukcapil Kota Ambon, Hanny Tamtelahitu dalam Dialog Aspirasi Maluku di RRI Ambon, Senin (8/8/2022) pagi. 

Tamtelahitu meminta masyarakat tidak perlu fotokopi serta mengunggah  KTP elektronik dan Kartu Keluarga di media sosial.

"Perorangan dan instansi, baik pemerintah maupun non-pemerintah, harus lebih berhati-hati menjaga kerahasiaan data pribadi,"saran Tamtelahitu.

Selain itu, ia menyatakan dukungan khusus untuk pihak Imigrasi  utamanya perubahan data diri ketika masyarakat mengajukan permohonan paspor.  Langkah koordinasi sangat penting,  untuk mendeteksi perbedaan data dokumen yang diajukan pada saat permohonan pertama dan permohonan penggantian paspor.

Kedepannya diharapkan agar bisa diterapkan "satu data satu identitias" agar pelayanan masyarakat dapat ditingkatkan dan mempersingkat birokrasi dengan tetap memperhatikan aspek hukum.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar