Belum Punya Rumah Aman Anak di Ambon, Ini Harapan Polisi

KBRN, AMBON : Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease berharap adanya rumah aman di Kota Ambon untuk mendukung perlindungan penyintas kekerasan, khususnya anak dan perempuan yang kian meresahkan. 

Kasi Humas Pokresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Moyo Utomo mengatakan, kegunaan Rumah Aman sendiri selain untuk melindungi mereka yang menjadi korban kekerasan, pula memberikan edukasi maupun pemulihan psikologi. 

"Rumah Aman belum dimiliki di Kota Ambon. Sementara kasus kekerasan terhadap wanita dan anak sejak Januari 2022 hingga awal juli ini saja sudah cukup tinggi," akui Moyo. 

Dengan belum dimiliki Rumah Aman di Kota Ambon, kata dia, tentu akan berpengaruh bagi kelangsungan hidup para korban wanita dan anak yang mengalami kekerasan seksual seperti pemerkosaan/persetubuhan dan pencabulan, serta penganiayaan, maupun kekerasan dalam rumah tangga lainnya.

“Kami harap pemerintah terkait, dapat menyiapkan rumah kondusif untuk melindungi korban di bawah umur. Juga agar kondisi psikologi korban dapat kembali dipulihkan. Kasihan mereka," ujar Moyo. 

Sejak Januari 2022, kasus kekerasan wanita dan anak cukup tinggi di daerah hukum Polresta Ambon.

Belakangan ini, marak terjadi kasus kekerasan seksual seperti persetubuhan dan pencabulan anak. Mirisnya, pelaku persetubuhan adalah orang dekat, ayah kandung. 

"Sementara ini untuk korban kekerasan seksual tinggal di rumah pendamping P2TP2A Kota Ambon," ungkapnya.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar