Tidak Pagi, Siang, Sore, Jln Tulukabessy - Sudirman Padat Merayap

Kepadatan kendaraan bermotor di Jalan Jenderal Sudirman Batumerah Ambon, Kamis (07/07/2022) pagi
Kemacetan di Jalan Tulukabessy Mardika Ambon, Rabu (06/07/2022) sore

KBRN, Ambon : Kemacetan panjang  tampaknya mulai tidak terbendung di Kota Ambon akhir-akhir ini. Tidak pagi, tidak sore, Jln Tulukabessy, Jln Rijali dan Jln Jenderal Sudirman, padat merayap dengan segala jenis kendaraan roda dua dan roda empat, bahkan becak.

Kemacetan di tiga jalan tersibuk ini, sebenarnya sudah lama terjadi. Namun, sampai sekarang belum ada skenario penanganan yang tepat, untuk mengurai kemacetan pada tiga jalan strategis tersebut.

Padahal, setiap hari, puluhan anggota polisi lalu lintas, dibantu personil Dinas Perhubungan,  ditempatkan di beberapa pintu masuk keluar kendaraan untuk mengurai kepadatan. 

Namun arus lalu lintas tetap padat merayap, bahkan kerap terhenti beberapa saat. Meski kewalahan, aparat lalu lintas semangat melaksanakan tugas, kadang emosi menghadapi sopir yang berulah atau membandel.

Seperti terlihat hari ini, Kamis (07/07/2022) di Jln Jenderal Sudirman, arus lalu lintas di kawasan itu, tepatnya di depan Masjid Agung Annur Batumerah, mulai terlihat padat merayap sekitar pukul 07.30 WIT. 

Meski tidak sepadat hari sebelumnya, di mana ratusan kendaraan mengekor sampai di depan Kantor Jasa Raharja, pengguna kendaraan bermotor yang kebanyakan ASN, dibuat gelisah, takut terlambat masuk kantor.

"Macet pagi ini belum apa-apa dibanding hari kemarin, macet sampe depan Jasa Raharja," kata sopir angkot jurusan Allang.

Menurutnya, macet yang terjadi pada Rabu kemarin, berlangsung dari pagi hingga sore, hingga sebagian angkot jurusan Laha, Hatu, Liliboy dan Allang, memilih beroperasi di seputaran Laha, Poka, Rumatiga, Waiheru dan Passo.

"Kemarin macet satu hari. Dari pagi, siang sampe sore. Mau gimana lagi, oto (mobil) dan motor tiap hari bertambah, jalan dari dolo cuma lewar sini saja," pusing sang sopir.

Diketahui, penyebab macet di kawasan Jln Tulukabessy, Sudirman dan Rijali, selain disebabkan oleh  lalu lintas warga dan kendaraan yang keluar masuk Batumerah Dalam (Asmil), juga dipengaruhi oleh sempitnya badan jalan.

Mirisnya, sejak pemerintahan Walikota  Ambon Jopy Papilaya hingga Richard Louhenapessy, macet tidak menjadi skala prioritas, bahkan pedagang Mardika dan Batumerah dibiarkan saja menguasai ruas jalan strategis yang harusnya dibenahi untuk mengurai kepadatan di Jln Tulukabessy dan Sudirman.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar