Rugikan Negara Rp. 1 Miliar, Dua Terduga Korupsi Bandara Banda Neira Dibui

KBRN, AMBON : Petrus Marina dan Welmon Rikumahua dua tersangka dalam perkara dugaan korupsi Pekerjaan Pemenuhan Standar Runway Strip pada Bandar Udara (Bandara) Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Tahun 2014 dijebloskan ke Rutan Kelas IIA Ambon, Selasa (5/7/2022). 

Perbuatan keduanya diduga merugikan keuangan Negara hingga Rp. 1 miliar lebih. 

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba kepada wartawan mengaku, dalam perkara ini baru kedua tersangka yang ditahan. Sementara, tersangka Sutoyo, selaku konsultan pengawas belum dilakukan penahanan karena mengalami sakit.

"Kedua tersangka ini resmi ditahan di rutan Klas II A Ambon, kawasan Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon," jelas Kareba. 

Dijelaskan, untuk tersangka Petrus Marina yang dalam proyek itu bertindak selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ditahan tahan selama 20 (dua puluh) hari sejak hari ini (Sslasa) berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Ambon di Banda Neira Nomor : Print – 32/Q.1.10.2/Ft.1/07/2022 tertanggal 05 Juli 2022.

"Hal yang sama juga berlaku untuk tersangka  Welmon Rikumahua. Juga ditahan 20 hari sehak hari ini," ucapnya. 

Dari hasil pemeriksaan ahli fisik, kata Mantan Kasipidsus Kejari Ambon itu, terdapat selisih volume pekerjaan dari selisih nilai kontrak dengan nilai/prestasi pekerjaan di lapangan yaitu sebesar Rp. 1.123.358.656,31.

Kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 Jo. Pasal 18 Undang – Undang Nomor : 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang- Undang Nomor,20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHP . serta melanggal Pasal 2 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor : 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang- Undang Nomor : 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHP.

Sedangkan untuk tersangka Sutoyo, selaku konsultan pengawas, tambah Kareba,  yang bersangkutan belum memenuhi panggilan dikarenakan yang bersangkutan sedang mengalami sakit sebagaimana surat yang di sampaikan oleh Penasehat Hukum.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar