Pengunjung Wajib Tunjukan Kartu Vaksin Sebelum Bertemu Narapidana

Dok: Humas Lapas Kelas II A Ambon

KBRN,Ambon: Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatn (Ditjenpas) mengambil langkah strategi untuk melakukan penyesuaian mekanisme layanan kunjungan tatap muka di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Rumah Tahanan Negara (Rutan), dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).

Layanan tatap muka sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-12.HH.01.02 Tahun 2022 tentang penyesuaian mekanisme terhadap layanan kunjungan secara tatap muka dan pembinaan, melibatkan pihak luar.

Menindaklanjuti hal tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon, menggelar sosialisasi kebijakan  guna memberikan pemahaman yang tepat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau narapidana.

Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Narapidana/Anak Didik (Binadik), Meky Patty, didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Pieter Lessy, serta Pelaksana Harian (Plh) Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), Adam Fatsey mengungkapkan kunjungan tatap muka kali ini berbebeda dengan sebelumnya yaitu dilakukan secara terbatas, dimana jumlah pengunjung pun dibatasi.

"Atas kebijakan ini, kami berharap warga binaan dapat memahami dan mengikutinya demi kepentingan bersama," pintanya, Selasa (5/7/2022)

Aturan kunjungan tatap muka, warga binaan  hanya boleh menerima kunjungan sebanyak 1 kali dalam seminggu oleh keluarga inti yaitu orang tua, istri anak dan saudara kandung. Selain itu, terdapat sejumlah ketentuan bagi pengunjung yaitu telah menerima vaksin dosis 3, dengan menunjukkan kartu vaksin atau melalui aplikasi peduli lindungi. Jika belum, wajib menunjukkan bukti swab antigen.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kalapas Ambon, Mulyoko menyebutkan bahwa jajarannya telah menyusun jadwal sedemikian rupa, agar layanan kunjungan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Ia juga menegaskan akan turut mengawasi dan memonitoring pelaksanaannya.

"Jadwal telah kami siapkan, selama pelaksanaan layanan tatap muka ini akan terus diawasi dan dievaluasi secara bertahap," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar