BPBD Maluku Minta Masyarakat Waspada Bencana Hidrometeorologi

KBRN, Ambon : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku menghimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat di wilayah Maluku kurang lebih ada 14 jenis bencana, dan bencana hidrometeorologi merupakan bencana tahunan yang setiap saat terjadi akibat musim penghujan.

Kepala BPBD Provinsi Maluku Hendri M. Far-Far kepada RRI, Selasa (05/07/2022) menjelaskan potensi hujan terjadi merata di seluruh wilayah Maluku, dan mengakibatkan terjadi bencana di sejumlah tempat seperti di Desa WulurPulau Damer, Kabupaten Maluku Barat Daya. Dimana akibat hujan deras, terjadi bencana banjir, tanah longsor, dan berdampak pada pemukiman masyarakat. 

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan BPBD Maluku Barat Daya untuk menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada masyarakat terdampak bencana. 

"Akibat bencana tersebut, masyarakat harus mengungsi. Olehnya itu pemerintah telah salurkan bantuan logistik untuk membantu masyarakat. Selain di Wulur,  bencana juga terjadi di Romang. Bupati MBD juga telah menetapkan status darurat banjir longsor untuk Pulau Damer," ujar Far-Far.

Saat ini lanjut Far-Far, pihaknya juga berkoordinasi dengan Kepala BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat untuk mengecek kondisi di lokasi  penambangan cinabar yang juga sementara terjadi bencana. Namun hingga saat ini belum ada kepastian dampak dari bencana tersebut.

Sementara di Pulau Ambon, secara khusus di Kota Ambon dimana hujan yang mengguyur sejak Senin (04/02022) malam, pihaknya mendapat laporan jika di beberapa ruas jalan terdapat genangan air, namun belum memberikan dampak. Meski demikian, Far-Far mengaku tetap siaga dengan segala kemungkinan yang terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Ditambahkan, sebagai langkah  antisipasi, BPBD Maluku melalui fungsi pencegahan dan kesiapsiagaan selalu memberikan edukasi, sosialisasi, bahkan simulasi kepada masyarakat.

Dimana menghadapi musim penghujan saat ini, masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana baik di lereng bukit maupun bantaran sungai diminta tetap waspada dan siaga. Disamping itu masyarakat juga dihimbau menjaga kebersihan lingkungan, dengan tidak  membuang sampah secara sembarangan, karena akan menjadi pemicu terjadinya banjir akibat sampah yang tersumbat di gorong gorong maupun daerah aliran sungai.

"Kita harus siaga dan tetap jaga kebersihan, buang sampah pada tempatnya, tidak merusak wilayah sekitar sehingga pada saat musim penghujan tidak terjadi bencana akibat ulah kita manusia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar