Dinkes Janji Pekan Depan Jasa Nakes Cair

KBRN, Ambon: Dinas Kesehatan (Dinkes) Propinsi Maluku memastikan Senin atau Selasa pekan depan, Tenaga Kesehatan (Nakes) Covid-19 BPSDM Maluku, sudah bisa mendapatkan hak-hak mereka.

"Sudah dikoordinasikan. Janji Dinkes, paling lambat Senin atau Selasa pekan depan," kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Ruslan Hurasan kepada wartawan, Jumat (1/07/2022)

Menurut Ruslan, DPRD sebagai lembaga pengawasan hanya menunggu. Kalaupun janji itu kembali diingkari, baru lah Komisi IV mengambil langkah lebih lanjut.

"Kalau tak lagi cair, baru kita panggil untuk ditanyakan di gedung dewan," sebutnya

Lantas, kapan DPRD bisa memanggil pihak Dinkes jika memang janji itu tak juga dipenuhi Dinkes? Politisi PKB itu menyatakan, sehari setelah target waktu yang dijanjikan. 

Artinya, Senin dan Selasa berarti di tanggal 4 atau 5 Juli, Nakes sudah harus mendapatkan jasa itu. Jika tidak, maka Dinkes bakal dipanggil pada 6 atau 7 Juli 2022. 

Sebelumnya diberitakan, tak bisa lagi dengan bersuara, kini spanduk yang berbicara. Begitulah yang dilakukan tenaga kesehatan (nakes) Covid-19 BPSDM Propinsi Maluku.

Sejak tahun 2020 lalu, mereka (nakes) belum juga mendapatkan hak. Padahal, kerja menangani pasien covid-19 tidak lah mudah. Nyawa jadi taruhan.

Sayang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Maluku seperti lupa dengan mereka. Hak atau jasa nakes menggantung. Yang mereka terima hanya janji.

Mengungkapkan kekecewaan mereka, dibuatlah surat terbuka yang ditujukan kepada Kadis Kesehatan, Zulkarnain. 

Surat dibuat dalam bentuk spanduk, dan di pajang pada beberapa titik central di Kota Ambon. Misalnya di kawasan ruas jalan Kakialy, Rijali, Anthony rebook dan jalan Christina Marta Tiahahu dan lainnya. 

Ada tiga poin yang dituliskan pada surat terbuka itu. Pertama, kami para Nakes RS lapangan covid-19 BPSDM Maluku, menuntut hak kami agar segera dibayarkan.

Kedua, kami memohon kebijaksanaan Kepala Dinas Kesehatan agar bisa menjalankan tugas sebagaimana mestinya 

Ketiga, kami Nakes RS lapangan Covid-19 BPSDM Maluku telah berjuang mempertaruhkan nyawa, semoga hak kami tidak ikut dipertaruhkan.

"Ini bentuk kekecewaan kami yang selalu saja di putar-putar oleh Dinkes. Makanya kami bersuara lewat spanduk ini," kata salah satu nakes covid-19, Revoldy Moenandar yang dihubungi RRI, Jumat (1/07/2022)

Dia berharap, dengan surat terbuka yang dipasang di beberapa titik di Kota Ambon, Kadis Kesehatan bisa tergerak hati untuk secepatnya membayar hak para nakes.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar