Jaksa Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Rp. 20 Miliar di SBB

KBRN, AMBON : Kasus dugaan korupsi Rp. 20 miliar dana hibah yang bersumber dari APBD Kabupaten SBB untuk tahun 2016-2017 untuk KPUD Setempat memasuki babak baru. Dua orang ditetapkan tersangka oleh Kejati Maluku.

Kedua tersangka itu, yakni, Sekertaris KPUD SBB, MDL dan Bendahara, MAB.

"Terkait dengan Penyidikan dugaan tipikor Penyimpangan Pengelolaan Dana Hibah (APBD) pada KPU SBB TA 2016 s/d 2017,  Penyidik telah menetapkan dua orang tersangka. Kedua tersangka dimaksud yakni, MDL, selaku Sekretaris KPUD SBB dan MAB, selaku Bendahara pengelola dana hibah dimaksud," ungkap Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba kepada wartawan, Jumat (1/7/2022).

Penetapan tersangka, akui Kareba, dilakukan, berdasarkan hasil rangkaian penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi serta bukti dokumen lainnya yang ditemukan penyidik. Kasus ini, diduga merugikan keuangan Negara mencapai Rp. 1 miliar lebih.

"Penyidik masih memerlukan keterangan saksi-saksi yang dijadwalkan diperiksa pada hari Senin besok," jelas Wahyudi.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, bahwa pada tahun 2016 KPUD SBB mengajukan permohonan anggaran Pilkada Serentak tahun 2017 di Provinsi Maluku kepada Pemerintah Daerah Kabupaten SBB sebesar Rp 26,9 miliar.

Namun yang disetujui oleh Pemerintah Daerah Kabupaten SBB hanya sebesar Rp 20 miliar, yang ditandai dengan penandatangan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

Diduga kuat, telah terjadi penyalahgunaan pengelolaan anggaran dana hibah tersebut, sehingga menimbulkan adanya kerugian keuangan negara hingga miliaran rupiah. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar