Surat Terbuka Nakes ke Kadis Kesehatan Dipajang Hiasi Jalan Kota Ambon

KBRN, Ambon: Tak bisa lagi dengan bersuara, kini spanduk yang berbicara. Begitulah yang dilakukan tenaga kesehatan (nakes) Covid-19 BPSDM Propinsi Maluku.

Sejak tahun 2020 lalu, mereka (nakes) belum juga mendapatkan hak. Padahal, kerja menangani pasien covid-19 tidak lah mudah. Nyawa jadi taruhan.

Sayang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Maluku seperti lupa dengan mereka. Hak atau jasa nakes menggantung. Yang mereka terima hanya janji.

Mengungkapkan kekecewaan mereka, dibuatlah surat terbuka yang ditujukan kepada Kadis Kesehatan, Zulkarnain. 

Surat dibuat dalam bentuk spanduk, dan di pajang pada beberapa titik central di Kota Ambon. Misalnya di kawasan ruas jalan Kakialy, Rijali, Anthony rebook dan jalan Christina Marta Tiahahu dan lainnya. 

Ada tiga poin yang dituliskan pada surat terbuka itu. Pertama, kami para Nakes RS lapangan covid-19 BPSDM Maluku, menuntut hak kami agar segera dibayarkan.

Kedua, kami memohon kebijaksanaan Kepala Dinas Kesehatan agar bisa menjalankan tugas sebagaimana mestinya 

Ketiga, kami Nakes RS lapangan Covid-19 BPSDM Maluku telah berjuang mempertaruhkan nyawa, semoga hak kami tidak ikut dipertaruhkan.

"Ini bentuk kekecewaan kami yang selalu saja di putar-putar oleh Dinkes. Makanya kami bersuara lewat spanduk ini," kata salah satu nakes covid-19, Revoldy Moenandar yang dihubungi RRI, Jumat (1/07/2022)

Dia berharap, dengan surat terbuka yang dipasang di beberapa titik di Kota Ambon, Kadis Kesehatan bisa tergerak hati untuk secepatnya membayar hak para nakes.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar