Gunakan RJ, Thomas Madilis Bebas Demi Hukum

KBRN, AMBON : Aparat Kepolisian Resor (Polres) Maluku Tengah telah menghentikan proses penyidikan terhadap, Thomas Madilis alias Mas. Ia pun bebas demi hukum dari status tersangka yang disandangnya. 

Pemuda asal Negeri Amahai Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) itu awalnya ditetapkan tersangka atas postingannya di facebook yang mengkritik rekor MURI minum Jus Pala yang dlaksanakan oleh Polda Maluku dan makan Papeda oleh Kodam XVI/Pattimura.

Thomas pun bisa berhati lega. Penghentian kasusnya oleh penyidik Polres Malteng  dengan menerapkan restorative justice (RJ). 

Plh Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Denny Abrahams mengaku, kasus ITE dengan tersangka Thomas Madilis alias Mas telah diselesaikan dengan diterapkan RJ. 

"Kasus terhadap pemuda Amahai (Thomas Madilis alias Mas) sudah selesai malam ini. Malam ini juga sudah selesai, diselesaikan dengan restorative justice. Jadi sudah diselesaikan secara kekeluargaan," ungkap Denny saat menghubungi RRI Ambon malam ini, Selasa (28/6/2022). 

Diejaskan Denny, penerapan RJ sesuai dengan perintah Kapolri tentang Polri yang presisi. Sehingga, kasus tersebut sudah diselesaikan, dan Thomas sudah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatanya. 

"Jadi, sudah diselesaikan. Dan tinggal besok, dia bersama pengacara akan bersama membuat administrasi restorative justice. Jadi, lagi-lagi saya sampaikan kasus tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan," pungkasnya. 

Sebelumnya, polisi menganggap Thomas diduga telah menyebarkan ujaran kebencian lewat media sosial facebook.

Postingan tersebut  berbunyi : “Orang Maluku itu jago makang puji, makanya kejar rekor muri sabarang sabarang. Habis makan papeda sekarang minum pala. Padahal pala kalah dari aceh, sagu kala dari riau mar paleng biking diri karas. Coba rekor tanam sagu ka pala terbanyak supaya kuota penghasil itu jadi nomor satu, masa untuk memikir hal begini saja sulit. _marsutalalulaituangala" “Ambon city off music itu icon Maluku dalam peradaban kemajuan. Rekor muri itu melahirkan penyanyi maluku banyak banyak dengan kualitas musik yang mampu bersaing dikancah internasional.Bukan kejar muri makan papeda dan munum pala, itu namanya rekor makang puji skala nasional. Pantas musisi maluku seng dapa tampa karena dihargai deng kata kata", tulisnya.

Postingan lainnya,  "Ya Tuhan, ada apa dengan TNI-Polri di Maluku kenapa jadi gila Muri". 

Atas postingan itu, dia pun jemput paksa di  rumahnya  di Negeri Amahai, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Minggu (26/6/2022) malam untuk diproses. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar