Kapolres Malteng Diduga Selingkuh Dengan Anak Buahnya, Ini Kata Polda Maluku

KBRN, AMBON: Kabar tak sedap datang dari Polda Maluku. Bukan menunjukan prestasi, malah sebaliknya. Bahkan yang melakukan pelanggaran tersebut adalah pimpinan kepolisian dari salah satu wilayah Kabupaten/Kota di Maluku. 

Dugaan pelanggaran itu datang dari Mapolres Maluku Tengah (Malteng). Kapolresnya, AKBP. Abdul Gafur diduga selingkuh dengan bawahanya, yang diduga berinisial, J. 

J sendiri dikabarkan sudah berstatus istri orang. Begitupun, Kapolres Malteng. 

Dari informasi yang dihimpun RRI Ambon, Selasa (28/6/2022) menyebutkan, dugaan perselingkuhan tersebut sudah ditangani Bidpropam Polda Maluku. Kabarnya, dugaan perselingkuhan itu dilaporkan istri dari Kapolres. 

Kapolres Malteng sendiri, dikabarkan sudah menjalani sidang kode etik, dan diduga telah dijatuhi sanksi disiplin lewat sidang etik internal tersebut. 

Sebaliknya, Polwan dengan pangkat Brigadir Kepala (Bripka) itu masih menunggu proses sidang etik. 

"Kalau pak Kapolres sudah sidang, kalau tidak salah sidang itu berjalan saat giat pemecahan rekor muri minum jus pala terbanyak saat itu. Kalau polwan itu belum, masih menunggu,"kata sumber media ini. 

Sumber juga menyebut, kalau saat ini jabatan Kapolres Malteng sementara dinonaktifkan, dan pelaksana tugas sementaranya adalah Wakapolres Malteng saat ini. 

Terkait dugaan tersebut, Plh Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Denny Abrahams yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui. Namun, ia menyebut akan berkordinasi dengan Bidpropam lebih awal. 

"Mhn (Mohon) waktu, beta (saya) cek dulu ke Propam ya," jawabnya. 

Menyinggung soal jabatan Kapolres Malteng kini di Plh-kan ke Wakapolres setempat, pihaknya belum mengetahui. 

"Belum mengetahui. Dan sejauh ini belum ada kepastian kalau wakpolres yang melaksanakan pergantian, ya. Belum ada, dari SDM belum ada. Dan kasusnya, nanti saya kordinasikan lagi ke Propam dulu, yang menanganinya," pungkasnya. 

Sementara Kasi Humas Polres Malteng, Iptu Wijaya yang dikonfirmasi juka enggan berkomentar, dengan alasan harus ada perintah pimpinan. 

"Kalau itu, kami tidak bisa bicara. Kami bisa bicara jika ada perintah dari Pak Kapolres," jelasnya singkat menjawab pertanyaan dugaan perselingkuhan tersebut. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar