Siaga Bencana Hidrometeorologi, Ini yang Dilakukan BPBD SBB

KBRN, Ambon: Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) intens melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait guna kesiapsiagaan menghadapi berbagai bencana hidrometeorologi.

Menurut Kepala BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat, Thomas Wattimena bahwa dari hasil koordinasi pihaknya kini mendapat bantuan 40 geobag dari Balai Wilayah Sungai Provinsi Maluku untuk melakukan penanganan atasi bencana banjir yang melanda pemukiman warga di kawasan Kilo Satu, Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat akibat meluapnya air Sungai Amarale.

"Air sungai yang meluap menggerus rumah warga yang ada di bantaran sungai. Jadi dengan bantuan geobag kita sudah lakukan penanganan," kata Wattimena, Selasa (28/06/2022).

Ia berharap dengan penanganan yang dilakukan, saat turun hujan rumah-rumah warga di bantaran sungai yang tergerus bisa tetap aman.

Selain bencana banjir akibat meluapnya air sungai di Piru, wilayah lainnya di SBB yang rawan bencana banjir dan tanah longsor yakni Desa Waisarissa dan Desa Kamal di Kecamatan Kairatu Barat.

Wattimena pun menghimbau masyarakat agar tetap waspada bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Selanjutnya diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pembalakan liar.

"Kita selalu ingatkan masyarakat, khususnya di bantaran sungai agar tidak buang sampah sembarangan. jika lakukan penebangan itu sesuai kebutuhan saja, jangan berlebihan. Dan log kayu hasil penebangan itu jangan dibiarkan membentang dan menutupi jalan air. Dan limbah dari kayu itu harus dibersihkan," harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar