Berawal dari 20 Unit, Kini Bangunan Gerai Modern Mencapai 200, Ini Permintaan Dewan

KBRN, Ambon: Bangunan gerai modern di Kota Ambon seperti alfamidi dan indomaret kian menjamur. 

Yang awalnya disetujui oleh DPRD dan Pemkot Ambon ditahun 2019 hanya sebanyak 20 unit, kini pembangunannya telah mencapai 200 unit. 

Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kota Ambon, Gunawan Mochtar mengatakan, sudah saatnya persoalan menjamurnya gerai modern di Kota Ambon menjadi perhatian serius Pemkot Ambon.

Ditangan penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, problem ini harus bisa diatasi. Artinya, jangan lagi memberikan ijin untuk pembangunan bangunan dimaksud.

"Saya minta pak Bodewin jangan lagi berikan ijin. Kalau memang sudah ada kontrak-kontrak yang telah disepakati, sebisa mungkin untuk dibatalkan," tegas Gunawan saat berlangsungnya rapat paripurna penyampaian memori masa akhir jabatan dan pidato perdana penjabat Walikota Ambon di Gedung DPRD Ambon, Rabu (25/5/2022).

Politisi PKB itu mengaku, sewaktu dirinya (Gunawan-red) menjabat wakil ketua Komisi III DPRD Ambon, yang disetujui dalam rapat komisi yakni sebanyak 20 unit.

Tapi berjalannya waktu, pembangunan gerai modern makin pesat bahkan mencapai sekira 200 unit.

"Saya minta itu menjadi program prioritas. Karena usaha-usaha mikro ini akan mati jika gerai modern terus menjamur dimana-mana," tukasnya

Ditempat yang sama, Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena mengaku berterima kasih atas masukan dan saran para wakil rakyat. Namun dirinya mesti lebih dahulu lakukan koordinasi terkait hal ini.

"Nanti saya masuk, bekerja, saya melihat persoalan ini, yah seperti apa nanti kita tindaklanjuti, saya akan sampaikan kepada teman-teman wartawan. Semua masukan, saya tidak bisa dengar dan langsung jawab," ujarnya

Prinsipnya, setiap hal yang disampaikan anggota DPRD sebagai wakil rakyat mesti menjadi perhatian pemerintah. Tapi untuk tindaklanjuti apa yang disarankan, akan dilakukan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku di pemerintah.

"Pemerintah tak bisa dengar langsung menuntaskannya. Kita harus kaji dan bahas lagi dengan semua pihak terkait. Apa solusinya, baru lah kita buat penyelesaian," pungkasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar