Tiga Sektor di Kabupaten Buru Diminta Ramly Jadi Prioritas Penjabat Bupati

KBRN, Ambon : Habis masa jabatan sebagai Bupati Buru, Ramly Umasugi berharap pembangunan di kabupaten yang dijuluki Bumi Bupolo akan dilanjutkan Penjabat Bupati Djalaludin Salampessy.

"Dalam 10 tahun menjalankan roda pemerintahan, tentunya masih ada yang belum maksimal. Masih ada harapan dan program yang belum terselesaikan semuanya secara baik. Olehnya itu saya berharap untuk nanti Penjabat Bupati Buru dapat menjalankan program kiranya baik, kemudian ada hal-hal yang masih kurang dapat dilakukan pembobotan ulang demi memenuhi semua harapan masyarakat," harap Ramly.

Ia turut menjabarkan skala prioritas yang harus dilanjutkan di Kabupaten Buru, tentunya dengan melihat kondisi potensi yang ada diantaranya sektor pertanian, perikanan, pertambangan. 

Ramly berharap Kabupaten Buru mampu memposisikan diri bahkan menjadi lumbung pangan Maluku. Ia mengaku di akhir masa jabatan telah berupaya semaksimal dan sementara kembangkam tanaman padi dari varietas AR 600.

"Di Indonesia belum ada yang menciptakan padi dengan varietas AR 600 dimana 1 hektar mampu menghasilkan 25 ton. Sebelum kami tanam di Buru, kami sudah uji coba di Bali tepatnya di Kabupaten Buleleng. Karena saya bergabung dengan Bali Primatani. Dimana varietas ini umur tanam terhitung pendek yakni 80 hari," jelasnya.

Untuk sektor perikanan kata Ramly, diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja dari perikanan tangkap dan budidaya. Sementara untuk potensi sektor pertambangan, ada empat blok penyebaran emas di Kabupten Buru.

"Di Buru selain perikanan tangkap ada juga perikanan budidaya dalam hal ini potensi hutan bakau yang besar. Selain perikanan ada juga sektor pertambangan. Tidak bisa kita pungkiri bahwa di Kabupten Buru setelah saya dalam kapasitas sebagai Bupati melakukan survei, ada 4 blok penyebaran emas diantaranya blok Gunung Botak, Gunung Nona, Lamahang, dan sementara urus Ijin Usaha Pertambangan (IUP)," jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar