Dari PUPR, PTSP Hingga Rumdis Walikota Ambon, KPK Temukan Ini, Sejumlah Kadis Ketakutan

KBRN, AMBON : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melancarkan aksinya. Kantor Dinas PUPR dan PTSP pada Rabu (18/5/2022) kembali diobrak abrik lembaga anti rasuah itu. 

Tak sampai disitu, Rumah Dinas Walikota Ambon, Richard Louhenapessy juga disinggahi KPK. Dari Pandopo yang berlokasi di Jalan R.A Kartini, Karang Panjang Ambon itu, KPK berhasil mengumpulkan bukti sebabyak 1 koper. 

Dari pantauan RRI Ambon di kantor PUPR Kota Ambon di jalan Yan Pays, Batu Meja kota Ambon, pengeledahan berlangsung sekitar kurang lebih 7 jam terhitung sekitar pukul 09.00 WIT hingga sekitar pukul 16.30 WIT.

Disana, penggeledahan dan penyitaan dilakukan. Termasuk Kepala Dinas PUPR, Melianus Latuhamalo juga diperiksa. Setelah itu, KPK tak milih pulang dengan tangan kosong. 

Upaya tim KPK untuk mencari bukti du­gaan gratifikasi terkait pembangunan gerai Alfamidi di Kota Ambon membuahkan hasil. Belasan penyidik KPK yang keluar dari gedung Dinas PUPR terlihat membawa tiga (3) buah koper berukuran besar yang diduga kuat merupakan dokumen hasil sitaan untuk kepentingan penyidikan. 

Sejumlah barang bukti itu berhasil disita dari dari sejumlah ruangan yang sebelumnya disegel. Hal itu terlihat dengan tanda segel yang sebelumnya terpasang telah dibuka.

Sementara di waktu terpisah, sebagian dark tim KPK juga melakukan pengeledahan lanjutan di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu kota Ambon yang berlokasi di Balai Kota.

Hal yang sama juga terjadk. Dari penggeledahan yang berlangsung secara serentak di sejumlah lokasi, sejak pagi hingga sekitar pukul 14.30 WIT itu, KPK berhasil mengamankan tiga tas koper berisi dokumen.

Pemeriksaan di Kantor PTSP dipusatkan diruang Bidang Penanaman Modal yang juga sebelumnya disegel KPK.

Tak hanya di Dua Dinas ini, pegeladahan juga dilakukan di Rumah Dinas Walikota yang berlokasi di kawasan Karang Panjang Kecamatan kota Ambon.

Di rumah dinas, penyidik KPK yang menggunakan enam (6) mobil melakukan penggeledahan hingga sekitar pukul 16.30 WIT. Dari Rumah Dinas Walikota Tim selanjutnya bergerak menuju kediaman pribadi Richard Louhenapessy dikawasan Jalan RA Kartini, Kayu Putih.

KPK yang tiba pukul 16.45 Wit melakukan penggeledahan hingga pukul 17.50 WIT.Dari rumah Pribadi Walikota ini KPK berhasil membawa satu (1) koper dokumen sebagai barang bukti.

Dari penggeledahan KPK, informasinya semua Kepala Dinas diikuti untuk konfontir baik di PUPR maupun PM-PTSP. Bahkan raut wajah dari kadis-kadis yang diintrogasi terlihat ketakutan. 

"Kadis juga ikut. Konfontir juga. Ya, gitulah," jawab seorang pegawai dinas setempat saat ditanya soal sikolagis dari kadis yang diintrogasi. 

Dalam kasus suap ini, diketahui KPK menetapkan tiga orang tersangka. Mereka diantaranya, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy; anak buahnya, Andrew Erin Hehanussa; dan salah satu karyawan alfamidi atas nama Amri. Ketiganya ditetapkan, Jumat (13/5/2022) malam. Amri masih buron. Sementara, Richard dan Andrew sudah ditahan. 

"Richard ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK pada Gedung Merah Putih, sedangkan Andrew ditahan di Rutan KPK pada Kavling C1. Untuk saudara juga KPK memerintahkan saudara AR (Amri) untuk memenuhi kewajiban pemeriksaan," jelas Ketua KPK, Firli Bahuri, sebelumnya. 

Firli juga meminta kepada semua pihak agar tidak menghalangi proses penyidikan yang sedang berjalan, karena tentunya ada konsukuensi hukumnya.

Richard dan Andrew disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara Amri disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar