Perwakilan Perusahaan di Ambon, Ikut sosialisasi Kepatuhan Program BPJSTK bersama Kejaksaan Negeri

KBRN,  Ambon : Kejaksaan Negeri Kota Ambon merespon baik inisiatif dan niat dari para pemilik perusahaan di kota Ambon, untuk melunasi tunggakan iuran BPJAMSOSTEK yang selama ini tertunda. 

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri  Ambon Dian Fris Nalle, kebijakan yang diambil pihak perusahaan untuk melunasi iuran yang tertunda merupakan hal positif, apalagi saat ini masih dalam masa pandemi Covid -19.

"Saya sangat respek bangat terhadap komitmen sama teman-teman pengusaha ini dan respon positif dengan niat -niat mereka, walaupun perusahan mereka mengalami guncangan covid namun memiliki niat untuk menyicil atapun melunasi semua tunggakan," kata Kejaksaan Negeri Ambon, usai pertemuan dengan BPJAMSOSTEK maluku bersama para pengusaha di kota Ambon. 

Menurutnya, penindakan hukum merupakan pilihan terakhir yang akan dilakukan, apabila perusahaan membandel dengan tidak membayar iuran BPJAMSOSTEK, karena dana tersebut telah digunakan untuk keperluan pribadi. 

"Tapi perusahaan saat ini di Ambon,  masih aman-aman saja, "ungkapnya. 

Sementara itu,  Kepala BPJAMSOSTEK Maluku Dwi Ari Wibowo menjelaskan, sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kepatuhan perusahaan.

"Saya memberikan apresiasi kepada seluruh perusahaan yang hadir dalam kegiatan ini, semua perusahaan berkomitment untuk meningkatkan kepatuhan, dan bersedia untuk menyelesaikan tunggakan iurannya,"terang Kakacab. 

Kedepannya diharapkan semua perusahan dapat lebih patuh dan tertib dalam pelaporan tenaga kerjanya.

"Dan terima kasih juga kepada Kajari Ambon, yang telah menegaskan terkait tentang pendampingan hukum agar seluruh perusahaan dapat lebih meningkatkan kepatuhan,"kata Dwi. 

Dalam pertemuan tersebut, para perwakilan perusahaan menyampaikan alasan penundaan pembayaran iuran peserta BPJAMSOSTEK (kariyaawan) selama ini, yakni karena pandemi Covid-19, sehingga berpengaruh ke perusahaan dan imbasnya pada kariyawaan, salah satunya tidak membayar iuran BPJAMSOSTEK.

Selain itu,  ada kariyawan yang sudah tidak bekerja di perusahaan tersebut, namun belum dilaporkan ke pihak BPJAMSOSTEK, sehingga masih tercatat sebagai peserta aktif. 

Para perwakilan perusahaan juga menandatangani berita acara untuk melunasi tunggakan kepesertaan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar